tilikbanua.com
Kesehatan

Hindari Risiko ISPA akibat Kabut Asap, Sekolah di Ring 1 Karhutla Banjarbaru Mulai PJJ.

BANJARBARU, tilikbanua.com – Pemerintah Kota Banjarbaru memutus kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan yang terdampak pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan yang berlaku sejak 24 hingga 28 Agustus 2026 ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan para siswa dari ancaman penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengonfirmasi bahwa penyesuaian kegiatan belajar mengajar (KBM) ini berlaku menyeluruh bagi sekolah negeri, swasta, hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Kementerian Agama pada zona terdampak.

“Saat ini kita melaksanakan PJJ untuk saluruh satun pendidikan yang ada di Banjarbaru, baik yang berada di bawah Kemenag maupun sekolah negeri dan swasta lainnya. Bagi wilayah yang terdampak PJJ dilakukan xadi tanggal 24 sampai sampai nanti tanggal 28 dan nanti insya Allah setelahnya menyesuaikan situasinya,” tegas Erna Lisa usai melakukan Sholat Istisqo di Lapangan dr. Murdjani, Senin (25/8/2026).

Ia menambahkan bahwa durasi PJJ bersifat situasional dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi kualitas udara setelah 28 Agustus.

“Memang kabut asap saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Kami mengimbau warga agar selalu menggunakan masker dan tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak,” tutupnya.

Dampak paparan asap saban pagi dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah yang berada di wilayah krusial (Ring 1 karhutla).

Salah satunya SMPN 15 Banjarbaru, di mana kabut tebal telah menyelimuti kawasan sekolah selama sepekan terakhir.

Muhammad Saleh, guru agama di SMPN 15 Banjarbaru, mengungkapkan bahwa pengalihan KBM ke sistem daring terpaksa dilakukan demi menekan risiko terpapar ISPA pada anak didik.

“Mulai tanggal 24 sampai 28 Agustus kita melaksanakan PJJ sebab dampak kabut ini tidak memungkinkan anak-anak berangkat ke sekolah. Karena khawatir penyakit ISPA dan lainnya,” ujar Saleh.

Kendati para siswa belajar dari rumah, tenaga pendidik tetap diwajibkan hadir di sekolah untuk mengelola proses pembelajaran digital. Penyesuaian ini membawa tantangan tersendiri bagi pihak sekolah.

“Kami menyalurkan pemberian materi dan LKPD melalui Google Classroom. Memang ada kendala karena anak-anak terbiasa tatap muka, seperti sebagian murid yang lambat mengerjakan tugas dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selain intervensi di bidang pendidikan dan imbauan protokol kesehatan, Pemko Banjarbaru memperketat kolaborasi lintas sektoral untuk pemadaman titik api di lapangan.

Wali Kota juga menegaskan imbauan hukum agar masyarakat tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara dibakar. Di sisi lain, ikhtiar spiritual turut digelar melalui Sholat Istisqo massal bersama warga di Lapangan dr. Murdjani guna memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang. (Caca/Razie)

Related posts

Kabut Asap Ancam IKP Kalsel, Masyarakat di Banjarbaru Diminta Pakai Masker

razie albanjari

Kasus Ispa di Banjarbaru Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla

razie albanjari

Tiga Karhutla di Banjarbaru dalam Sehari, BPBD Kalsel Bergerak Cepat Jinakkan Seluruh Titik Api

razie albanjari

Leave a Comment