tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Penanganan Pasar Kuripan dan Pembebasan Persil Terus Digenjot untuk Proyek NUFRep

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Proses pembebasan lahan Pasar Kuripan beserta beberapa persil di sekitarnya yang terdampak program National Urban Flood Resilience Project (NUFRep) terus dimaksimalkan.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin menargetkan seluruh penanganan persil dan kios pedagang dapat tuntas tahun ini.

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana Salan, menjelaskan bahwa area Pasar Kuripan masuk dalam tahap ketiga proyek normalisasi sungai tersebut.

​”Kalau tidak salah masuk tahap ketiga. Kami berharap dapat kami selesai tahun ini sesuai aturan supaya tidak menjadi hambatan untuk pelaksanaan NUFRep,” ujarnya saat dibincangi, Senin (24/08/2026).

​Meski jumlah persil yang terdampak tidak terlalu banyak, penanganannya mencakup lahan kios pedagang hingga sebuah bangunan musala di samping pasar. Saat ini, pihak dinas fokus menyelesaikan tahap appraisal ganti rugi.

​“Pendataan sudah selesai, saat ini kami tengah melakukan proses penilaian untuk ganti rugi,” ujarnya.

​Menanggapi adanya penolakan dari sebagian pemilik persil dan pedagang, Ignasius menegaskan penanganan dilakukan melalui penataan tempat jualan sementara dan pendekatan persuasif agar program penanggulangan banjir ini berjalan lancar.

​”Kami masih berupaya untuk melakukan pendekatan maupun personal maupun secara kedinasan. Supaya bisa bersama-sama mendukung program pemerintah ini. Makanya ini harus didukung dalam penganggulangan banjir sebagai amanat pak wali kota agar persoalan ini bisa ditangani,” tuturnya.

Untuk memastikan aktivitas ekonomi pedagang Kuripan tidak terputus selama penataan persil berlangsung, Perumda Pasar telah menyiapkan lokasi relokasi sementara yang letaknya berdekatan dengan area asal.

​”Secara detail itu nanti teknisnya Perumda Pasar yang akan mengatur. Dari koordinasi terakhir, mereka sudah menyiapkan slot kepada pedagang yang terkena. Kalau dipindahkan terlalu jauh dari titik mereka berjualan ini akan menjadi permasalahan baru. Pelanggannya kesulitan mencari nanti,” pungkas Ignasius. (Rian/Razie)

Related posts

Buntut Aduan Masyarakat, Dua Pengelola Parkir di Banjarbaru Kena Teguran Keras

admin

Diduga Akibat Pembukaan Lahan, Karhutla Terjadi di Cindai Alus Kabupaten Banjar

razie albanjari

​Ancaman Sanksi Bertingkat Menanti ASN Pemko Banjarmasin yang Terlibat Titip Absen

razie albanjari

Leave a Comment