MARTAPURA, tilikbanua.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar baru-baru tadi. Penyebabnya diduga akibat pembukaan lahan. Namun pemerintah setempat belum bisa memastikan penyebab karhutla itu.
Kebakaran yang melahap semak belukar itu sempat membuat warga panik karena kobaran api dengan cepat membesar. Beruntung, relawan pemadam kebakaran segera tiba di lokasi dan berhasil melokalisasi api sebelum merambat lebih luas.
Dalam kejadian itu, sedikitnya 0,5 hektare lahan yang terbakar. Lahan yang terbakar merupakan area perkebunan dan lokasinya berdekatan dengan permukiman.
“Dugaan sementara kebakaran mengarah pada aktivitas pembukaan lahan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha.
Wasis mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca yang sangat kering membuat potensi kebakaran meningkat drastis.
Data Pusdalops BPBD Banjar menunjukkan sepanjang 7 hingga 29 Juni 2026 terjadi tujuh kali kebakaran hutan dan lahan dengan total luas mencapai 45,1 hektare.
Kecamatan Martapura Barat menjadi wilayah terdampak terparah. Kebakaran di Desa Sungai Batang pada 9 Juni itu menghanguskan sekitar 27,8 hektare lahan dalam satu kejadian.
Titik api juga muncul di Desa Maniapun, Kecamatan Karang Intan seluas 7 hektare, Desa Pasayangan, Kecamatan Martapura seluas 3,3 hektare, serta Desa Ali Mukim, Kecamatan Pengaron seluas 1,5 hektare.
Sementara itu, kebakaran di Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, masih terus dipantau petugas meski api telah padam karena masih ditemukan sisa bara di beberapa titik.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 lalu tercatat 61 kejadian karhutla yang menghanguskan lebih dari 189 hektare lahan di Kabupaten Banjar. (Hasan,Razie)


