tilikbanua.com
Lingkungan

Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarmasin, Pakar Paru Imbau Warga Lakukan Pencegahan Mandiri dan Batasi Aktivitas

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan kembali memicu timbulnya kabut asap pekat di Kota Banjarmasin.

Selain mengganggu jarak pandang, kualitas udara yang memburuk mulai mengancam kesehatan masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, Dokter Spesialis Paru dari RSUD Ulin Banjarmasin, dr. Soraya Riefani, Sp.P, menekankan pentingnya langkah pencegahan primer dari tingkat masyarakat guna menekan risiko penyakit saluran pernapasan.

​”Saat kondisi kabut asap tebal dampak karhutla seperti ini, yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sebenarnya ada upaya pencegahan primer. Contohnya menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Walaupun memang tidak 100 persen efektif, tetapi bisa mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan,” ujar dr. Soraya Selasa (25/08/2026).

​Selain pelindung diri, dr. Soraya mengingatkan warga agar tidak memperparah kualitas udara dan menjaga kondisi fisik dari dalam. Mulai dari menghindari membakar sampah sampai merokok.

“Upaya pencegahan ini bisa dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, tidak hanya dari pemerintah, tetapi warga turut membantu,” tegasnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi makanan dengan asupan vitamin tinggi untuk memperkuat daya tahan tubuh menghadapi paparan polusi.

​dr. Soraya menyoroti beberapa kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak paparan asap tebal. Mulai dari anak-anak dan bayi, lanjut usia (Lansia lebih dari 65 tahun serta penderita komorbid.

“Kita atensi kepada pasien dengan riwayat penyakit paru (asma, PPOK) hingga penyakit jantung. Paparan partikel asap dapat memperburuk kondisi pernapasan sekaligus memicu gangguan jantung,” paparnya.

​Terkait tren olahraga di luar ruangan saat kondisi udara memburuk, dr. Soraya sangat tidak menyarankannya. Aktivitas fisik berat di luar rumah meningkatkan intensitas hirupan udara beracun masuk ke dalam paru-paru.

​Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila mulai merasakan gejala gangguan kesehatan.

“Kondisi yang wajib untuk memeriksakan diri itu jika memang sudah terdapat gangguan dampak kesehatan, contohnya di paru—misalnya pasien ada batuk, sesak napas, atau nyeri dada. Kami sangat menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat lebih dahulu. Jika perlu dirujuk untuk indikasi tertentu, tentu dipersilakan,” pungkas dr. Soraya. (Rian/Razie)

Related posts

Kalsel Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, Muhidin Minta Semua Daerah Siap

razie albanjari

Gubernur dan Kapolda Kalsel Turun Langsung Padamkan Karhutla 57 Hektare di Pengayuan Banjarbaru

razie albanjari

Dua Pabrik Semen di Kalsel Gunakan Limbah Plastik jadi Bahan Bakar

razie albanjari

Leave a Comment