tilikbanua.com
Berita Utama

Lahan Terbakar Tembus 16.539 Hektare, Kalsel Siapkan OMC dan Drone Pemindai Suhu

BANJARBARU, tilikbanua.com – Memasuki musim kemarau ekstrem dengan hari tanpa hujan melampaui satu bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel terus berupaya melakukan pada pembasahan dan perendaman lahan gambut terbakar.

Hingga Jumat (4/9/2026) malam, catatan statistik BPBD Kalsel menunjukkan luasan lahan yang hangus telah menembus 16.539 hektare dari 2.586 kejadian kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan Kota Banjarbaru masih menjadi episentrum dengan konsentrasi titik api tertinggi.

“Sampai dengan hari ini luasan yang terbakar sampai jam 18.00 Wita itu adalah untuk Kalsel sebesar 16.539 hektare sedangkan jumlah kejadian ada 2.586. Saat ini memang masih terbanyak di wilayah Kota Banjarbaru,” ujar Ronny di Banjarbaru.

Dalam penanganannya selama dua pekan terakhir, Ronny mengatakan iperasi pembasahan intensif dan perendaman digencarkan di kawasan rawan, seperti Guntung Damar, Hutan Lindung, hingga Pengayuan.

Upaya tersebut diklaim mulai menunjukkan hasil. Yang mana jumlah titik-titik api di kawasan tersebut tercatat menurun signifikan.

Namun, diakuinya keberhasilan ini dibayangi ancaman baru yakni menyusutnya cadangan air permukaan secara drastis.

“Kendala kita saat ini adalah debit air yang mulai berkurang sehingga kami harus berusaha maksimal untuk bisa memadamkan api ini, namun juga tidak membuang sumber daya air yang memang saat ini sangat terbatas,” imbuhnya.

Guna memecah kebuntuan vegetasi gambut yang mengering, BPBD Kalsel menggantungkan harapan pada pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu hingga 8 September mendatang.

“Kita harapkan OMC besok bisa membawa hasil dan menambah debit air di tempat kita,” harapnya.

Di samping itu, ada uji coba drone pemindai suhu milik Polda Kalsel yang menurutnya terbukti presisi mendeteksi bara api yang terselubung di dalam lapisan gambut, sehingga tim di lapangan bisa langsung menembak sasaran dengan tepat.

“Namun kendala saat ini yaitu pertama drone thermalnya terbatas, dengan jam operasionalnya juga terbatas,” ungkapnya.

BPBD Kalsel kini masih mencoba merangkul komunitas dan asosiasi pilot drone lokal untuk menggalang bantuan armada tambahan.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan udara, sehingga penanganan titik api bawah permukaan dapat dilakukan sebelum menjalar menjadi kebakaran skala besar. (Caca/Razie)

Related posts

Penyegaran Birokrasi Banjarbaru, Wali Kota Lisa Halaby Rotasi Jajaran Kepala Dinas hingga Asisten

razie albanjari

Murni Ulah Manusia, Polda Kalsel Tindak Tegas 7 Kasus Karhutla Perorangan dan 1 Korporasi

razie albanjari

​23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin, Mayoritas Akibat Kelalaian Membakar Sampah

razie albanjari

Leave a Comment