tilikbanua.com
Berita Utama

Kikis Gaptek Jukir dan Kebocoran PAD, BPKPAD Banjarmasin Pacu QRIS di 75 Titik Parkir Lewat Hadiah Motor

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Kebiasaan transaksi tunai serta terbatasnya literasi digital (gagap teknologi) di kalangan juru parkir (jukir) masih menjadi tantangan utama Pemko Banjarmasin dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
​
Merespons hal tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin menempuh langkah progresif dengan menguji coba pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di 75 titik objek pajak parkir, sekaligus menyiapkan berbagai stimulus hadiah menarik.

​Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah BPKPAD Kota Banjarmasin, Nanda Dharmawan, mengakui bahwa penerapan sistem pembayaran digital di puluhan titik tersebut sejauh ini belum berjalan optimal.

​”Padahal pakai QRIS itu jauh lebih mudah dan praktis. Tapi kita tak pungkiri masih banyak juru parkir belum beralih ke pembayaran QRIS karena memang ada masyarakat yang juga tidak paham dan tetap ingin bayar cash juga,” beber Nanda, Senin (26/10/2026).

​Kondisi inilah yang membuat pihak BPKPAD memilih untuk melangkah secara bertahap dalam melakukan penataan digitalisasi perparkiran di Kota Seribu Sungai.

​”Kita lihat 75 titik parkir yang masih kita uji cobakan ini. Kalau hasilnya sudah bagus, baru menyasar titik lain dengan bertahap dan yang jelas tujuan kita arahnya memperluas digitalisasi tadi untuk meningkatkan PAD karena terlihat potensinya serta menghindari kebocoran,” katanya.

​Untuk meruntuhkan resistensi jukir dan mendongkrak partisipasi publik, BPKPAD menggandeng Bank Indonesia serta Bank Kalsel menggelar ajang QRIS Championship 2026 yang berlangsung sejak September hingga November 2026.
​
Pengundian pemenang untuk periode September pun telah dilaksanakan dengan empat kategori penghargaan, mengincar jukir yang aktif menerapkan QRIS serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarmasin yang paling rajin bertransaksi non-tunai.

​”Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan. Jadi tiap bulan diundi. Namun undian terakhir di November yang akan diundi bulan Desember hadiahnya untuk juru parkir yaitu satu unit Honda Beat Sporty dan ASN Samsung Galaxy A57 untuk undian bulan terakhir. Kalau bulan-bulan ini hadiah paling besar sepeda listrik,” ungkap Nanda.

​Strategi pemberian stimulus ini terbukti ampuh. Berdasarkan data grafik Bank Kalsel, volume transaksi non-tunai mengalami tren peningkatan signifikan, baik di kalangan masyarakat umum maupun ASN.

​Bahkan pada bulan pertama gelaran perlombaan, lonjakan persentase penggunaan QRIS di sektor pajak parkir melesat hingga 50 persen.

​”Target kita tidak hanya memperbanyak transaksi non-tunai. Tapi juga perluasan digitalisasi. Terlebih kita selama ini terus sosialisasikan dan segala macam, terlihat semakin bertambah. Termasuk ASN menggunakan QRIS, target kita ke depan dari bulan ke bulan meningkat,” terangnya.
​
Nanda berharap beragam doorprize tersebut dapat menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat dan para jukir agar segera beralih ke ekosistem digital.

Menurutnya, langkah ini sangat krusial demi menjamin transparansi penarikan pajak parkir, menutup celah kebocoran penerimaan, serta mendongkrak realisasi PAD Kota Banjarmasin. (Rian/Razie)

Related posts

Karhutla Mulai Mengancam Banjarbaru, 25 Hektare Lahan Terbakar

razie albanjari

Belasan Tandon Disalurkan untuk Antisipasi Krisis Air Bersih di Banjarbaru

razie albanjari

Berjibaku Berjam-jam Amankan Pemukiman, Seorang Relawan Karhutla Terluka Semburan Api

razie albanjari

Leave a Comment