tilikbanua.com
Berita Utama

Bawa 5 Anak di Banjarbaru, Wanita ODGJ Diinterogasi Polisi Ngalur-Ngidul

BANJABARU, tilikbanua.com – Polsek Banjarbaru Utara mengungkap fakta penanganan seorang perempuan bergamis yang sempat diamankan lantaran membawa lima anak di bawah umur tanpa izin di kawasan Jalan Karang Anyar, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (12/8/2026) malam. Terdapat lima orang anak berinisial Z (12), D (13), A (9), S (8), dan E (3) yang sedang bermain bersama di luar ruko kawasan Jalan Karang Anyar tanpa pengawasan orang dewasa.

Salah satu orang tua anak, Devi, menceritakan bahwa saat kejadian dirinya sedang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan, sehingga memercayakan pengasuhan dua anaknya kepada kerabat.

“Anak saya awalnya di rumah neneknya. Karena saya kecelakaan, sepupu membawa anak saya ke rumahnya di Karang Anyar. Ternyata berempat ini bermain di ruko depan bersama anak orang lain,” kata Devi.

Sekitar lepas magrib, seorang perempuan bergamis yang membawa kitab Al-Qur’an menghampiri kerumunan anak-anak tersebut.

Perempuan itu awalnya mengajak satu orang anak, namun empat anak lainnya ikut menyusul. Ia kemudian menuntun kelima anak tersebut berjalan kaki menyusuri jalan menuju indekosnya yang berlokasi di dekat Syihab Laundry.

Kepanikan terjadi saat Devi hendak menjemput buah hatinya dan mendapati mereka sudah tidak ada di lokasi. Dalam kondisi syok, orang tua langsung melaporkan dugaan penculikan anak ini ke Polsek Banjarbaru Utara.

Polisi yang menerima laporan segera bergerak menyisir lokasi hingga akhirnya berhasil menemukan kelima anak tersebut bersama sang perempuan di kosnya.

Saat diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Banjarbaru Utara, proses interogasi tidak berjalan lancar karena jawaban pelaku yang berbelit-belit.

Kepastian kondisi kejiwaannya baru terungkap setelah pihak keluarga pelaku menyambangi kantor polisi.

“Kita bawa ke kantor, kita interogasi ngalur-ngidul. Ternyata ada keluarganya yang datang memberikan surat keterangan dari rumah sakit jiwa,” terang Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono.

AKP Yuwono menegaskan, insiden ini murni aksi membawa anak tanpa izin dan bukan tindakan kriminal penculikan. Di dalam kos, anak-anak tersebut ternyata diajak mengaji.

Latar belakang aksi tersebut diduga dipicu oleh rasa rindu pelaku terhadap anak kandungnya. Pelaku diketahui telah bercerai dan anaknya ikut bersama mantan suami.

“Mungkin kalau bahasa Banjarnya itu keganangan. Jadi ketika melihat anak-anak, langsung diajak,” tambah AKP Yuwono.

Atas pertimbangan medis, kepolisian menerapkan pendekatan problem solving. Perempuan tersebut diserahkan ke rumah singgah untuk kemudian dirujuk ke RSJ Sambang Lihum. Pihak keluarga korban pun telah memahami situasi tersebut dan menerima penjelasan resmi dari kepolisian.

“Imbauan saya kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di luar rumah demi mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya. (Caca/Razie)

Related posts

Bukan Cuma Kerja di Atas Meja! Wali Kota Banjarmasin Lantik 7 Pejabat Baru dan Minta Langsung Turun ke Lapangan

razie albanjari

Minim Cadangan Daya, Sistem Kelistrikan Kalselteng Rentan Lumpuh Saat Pembangkit Alami Gangguan

razie albanjari

Tukar Sampah Jadi Sembako, Gubernur Muhidin Pastikan Program Berlanjut dan Tak Sekadar Seremonial

razie albanjari

Leave a Comment