tilikbanua.com
Ekonomi & Bisnis

BPS Kalsel: Imbas Harga Bensin Naik, Transportasi Sumbang Inflasi Terbesar Juli 2026

BANJABARU, tilikbanua.com – Laju inflasi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Juli 2026 tercatat melandai secara bulanan, yakni sebesar 0,03 persen.

Namun, secara tahunan, inflasi Kalsel menembus angka 4,28 persen, melampaui rentang target pengendalian harga nasional yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menjelaskan bahwa pergerakan harga dari Juni ke Juli 2026 sebenarnya relatif terkendali.

Meski demikian, Kalsel menjadi salah satu dari 11 provinsi di Indonesia yang masih mencatatkan kenaikan harga di saat tren nasional mengalami penurunan.

“Inflasi bulanan dari Juni ke Juli itu tergolong rendah di angka 0,03 persen. Walaupun naik tipis, secara umum tren bulanan sedang melandai,” kata Mukhanif.

Secara bulanan, kelompok Transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar bagi Kalsel. Hal ini dipicu oleh penyesuaian harga BBM yang terjadi beberapa kali sepanjang Juni 2026.

“Kontribusi terbesar inflasi bulanan datang dari sektor transportasi akibat dampak kenaikan harga bensin pada awal hingga pertengahan Juni lalu. Secara hitungan matematis rata-rata mingguan, dampaknya masih terasa di Juli,” ungkap Mukhanif.

Sektor transportasi mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,78 persen dengan andil 0,08 persen.Di sisi lain, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau justru mengalami deflasi bulanan sebesar -0,36 persen, yang menahan laju inflasi bulanan tidak melambung lebih tinggi.

Secara kumulatif tahunan (Juli 2026 terhadap Juli 2025), inflasi Kalsel berada di tingkat 4,28 persen. Angka ini melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu (Juli 2025) yang mencatatkan inflasi sebesar 2,48 persen. Angka 4,28 persen ini berada di atas sasaran inflasi nasional di rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

“Secara akumulasi tahunan, angka 4,28 persen ini memang di luar rentang target maksimum pemerintah. Karena itu sangat wajar jika masyarakat merasa harga-harga kebutuhan pokok dan sayur-mayur terkesan naik jika dibandingkan tahun lalu,” terang Mukhanif.

Pendorong utama inflasi tahunan terbesar bersumber dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang melambung 14,52 persen, diikuti kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 5,59 persen, serta kelompok Transportasi sebesar 4,20 persen.

“Jadi kalau misalnya masyarakat mengeluh ya harganya naik-naik semuanya jelas tergambar dari angka di atas. Bahwa memang ada inflasi tahunan,” tandasnya. (Caca/Razie)

Related posts

UMKM Banjarmasin Makin Adaptif, Kadin Gandeng Jaringan Luar Kalimantan

razie albanjari

UMKM Kuliner Lokal Catat Kenaikan Omzet Menjelang Musim Liburan

admin

Kejar Target Sensus Ekonomi 2026, BPS Kalsel Siapkan Tim Khusus hingga Rela Lembur Malam Hari

razie albanjari

Leave a Comment