BANJARBARU, tilikbanua.com – Memasuki hari ketiga operasi pencarian musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, Tim SAR Gabungan kini mengerahkan seluruh sumber daya untuk memburu keberadaan 129 penumpang yang masih dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa.
Meskipun evakuasi jasad korban meninggal dunia berhasil diakselerasi melalui jalur udara menuju Lanud Sjamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Selasa (15/9/2026), dinamika penyisiran di permukaan laut menghadapi tantangan alam yang berat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa tantangan terbesar tim di lapangan saat ini bukanlah jarak pandang udara, melainkan gelombang tinggi yang terus menerjang sektor pencarian.
“Kondisi cuaca perawanan dan jarak pandang di udara terbilang baik. Namun tantangan ada di permukaan air laut, di mana gelombang ombak masih tercatat di atas 1,5 meter,” ujar Syafii usai melakukan pemantauan udara bersama Wakil Menteri Perhubungan RI Komjen Pol (Purn) Suntana di atas lokasi kejadian (datum).
Kondisi gelombang yang tinggi tersebut memaksa tim penyisir untuk ekstra waspada dan memperhitungkan pergerakan arus laut agar perahu serta kapal penolong tidak terbalik saat melakukan penyisiran.
Untuk mengantisipasi sebaran korban yang terbawa arus dan ombak, Basarnas Command Center telah memetakan wilayah pencarian secara terukur.
Seluruh armada laut dialokasikan ke titik-titik koordinat strategis guna memaksimalkan cakupan area sweep.
“Seluruh unsur laut sudah ditempatkan di sektor penyisiran masing-masing sesuai instruksi SAR Map Basarnas Command Center,” tegas Syafii.
Ia menambahkan, posisi bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang saat ini terpantau dalam kondisi tertelungkup dijadikan sebagai titik acuan utama (datum) dalam memperhitungkan pola sebaran 129 korban hilang berdasarkan arah angin dan gelombang permukaan.
Pihaknya memastikan operasi SAR akan terus dioptimalkan secara terpadu, memadukan pantauan visual dari udara dan penyisiran rapat oleh kapal-kapal penolong di permukaan air. (Caca/Razie)


