BANJARBARU, tilikbanua.com – Usai merampungkan misi evakuasi seluruh jasad korban meninggal dunia via udara, fokus Operasi SAR Gabungan musibah karamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 kini dialihkan sepenuhnya untuk mencari keberadaan 129 penumpang yang masih dinyatakan hilang di perairan Laut Jawa.
Sebanyak lebih dari 600 personel gabungan dari Basarnas, TNI AU, Kepolisian, dan unsur relawan diturunkan ke laut lepas untuk melakukan penyisiran masif di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Pengalihan fokus operasi ini dilakukan setelah helikopter Polisi Udara jenis AS365 Dauphin (P-3103) berhasil mendaratkan dua jenazah terakhir di Apron Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa (15/9/2026) siang.
Pendaratan tersebut melengkapi proses air-transfer empat korban meninggal dunia yang sebelumnya sempat tertahan di atas kapal tunda (tugboat).
Sel Seluruh jenazah yang tiba di daratan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menggunakan armada ambulans guna menjalani proses identifikasi medis oleh Tim Disaster Victim Identification(DVI) Polda Kalsel.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi bahwa seluruh korban meninggal dunia yang terdata sejauh ini telah berhasil dievakuasi penuh ke daratan.
Taktik air-transfer terbukti efektif mengatasi kendala gelombang laut yang mencapai tinggi di atas 1,5 meter.
Dukungan penuh juga terus mengalir dari jajaran Kepolisian untuk memperkuat pergerakan tim penyisir di lapangan.
“Kami atas perintah pimpinan Polri hadir untuk membackup penuh Basarnas. Polri mengerahkan satu unit helikopter Dauphin ini serta dua kapal patroli yang bersiaga di pelabuhan,” tegas Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen. Pol. Raden Firdaus Kurniawan, saat mendampingi Kabasarnas dan Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana di Lanud Sjamsudin Noor.
Dengan tuntasnya evakuasi korban meninggal dari tugboat, 600 lebih personel yang siaga kini mengoptimalkan seluruh armada laut dan udara sesuai skema pemetaan SAR Map Basarnas Command Center.
Penyisiran diprioritaskan mengitari titik acuan (datum) bangkai kapal yang tertelungkup serta memperhitungkan arah sebaran arus laut guna menemukan 129 korban hilang secepatnya. (Caca/Razie)


