BANJARBARU, tilikbanua.com – Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Pada Rabu (21/10/2026), tim gabungan sukses melaksanakan lima sorti penebaran dry ice ke langit menggunakan pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4.
Komandan Lanud (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, menjelaskan bahwa operasi masif ini merupakan tindak lanjut atas pembentukan desk OMC khusus yang diperintahkan langsung oleh Presiden RI melalui Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).
Dukungan logistik udara juga semakin diperkuat dengan tibanya pesawat angkut berat Airbus A400M (registrasi A-4002) pesawat angkut berat kedua milik TNI AU di Banjarmasin.
Pesawat ini membawa dua kontainer cold storage serta pasokan awal dry ice seberat 1,2 ton untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan BMKG yang bekerja sama dengan BRIN, BNPB, dan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Seluruh sumber daya nasional akan digerakkan. TNI Angkatan Udara berkomitmen untuk mendukung program Bapak Presiden secara masif,” ujar Kolonel Pnb Hilman.
Ia menambahkan, operasi ini melibatkan berbagai armada pesawat TNI AU secara rutin setiap hari, mulai dari pesawat Hercules, tiga unit Casa, tiga unit Caravan, hingga Pilatus, guna memastikan ketersediaan logistik dry ice dan garam NaCl di Banjarmasin tercukupi.
Ia mengatakan secara teknis, metode modifikasi cuaca ini dilakukan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama adalah pembukaan lapisan menggunakan dry ice, yang dilakukan untuk mengurangi polusi, menurunkan konsentrasi asap, serta meningkatkan radiasi pemanasan di darat guna memicu pertumbuhan awan.
Selanjutnya, setelah lapisan terbuka dan terjadi penumpukan awan potensial menjelang sore hingga malam hari, tim melanjutkan ke tahap kedua yaitu penaburan garam NaCl (natrium klorida).
“Dengan metode inversi ini, diharapkan asap berkurang dan radiasi pemanasan di darat bertambah sehingga memicu tumbuhnya awan-awan. Nanti jelang sore atau malam, jika terjadi penumpukan awan yang bagus, kita laksanakan penyemaian NaCl,” jelas Danlanud Sjamsudin Noor.
Meski beberapa wilayah Kalsel sempat mengalami kondisi kering dalam beberapa hari terakhir, pihak BMKG memprakirakan potensi hujan akan meningkat dalam tiga hari ke depan.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu menurunkan hujan buatan yang efektif untuk membasahi area-area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. (Caca/Razie)


