BANJARMASIN, tilikbanua.com – Pembangunan jembatan modular di kawasan Saka Harang akhirnya selesai dikerjakan dan kini sudah resmi bisa dilintasi oleh masyarakat pada Rabu (02/09/2026).
Rampungnya jembatan ini menjadi angin segar bagi warga sekitar, khususnya warga Mantuil yang sempat memutar jauh akibat terputusnya akses utama.
Proses pengerjaan jembatan ini rampung berkat kerja cepat tim Denzipur 8/GM yang berkolaborasi dengan Pemko Banjarmasin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Saputra, menjelaskan bahwa secara teknis fisik jembatan sebenarnya sudah selesai sejak Selasa malam.
Namun, pembukaan jalur baru dilakukan setelah penyelesaian ofrit (jalan pendekat) disempurnakan.
”Sebenarnya malam tadi sudah selesai, tapi kan dari sisi ofrit sebelah sana belum selesai. Siang ini diselesaikan oleh tim untuk melandaikan ofrit-nya. Jadi saat ini sudah bisa dilewati oleh masyarakat. Tadi juga terlihat sudah bisa dilewati roda empat, berarti sepertinya aman saja,” ujar Chandra.
Jembatan modular ini difungsikan sebagai jembatan sementara selama kurang lebih 6 bulan ke depan, sebelum nantinya dibangun jembatan permanen pada tahun 2027. Untuk menjaga keamanan dan ketahanan struktur jembatan, Pemko Banjarmasin memberlakukan pembatasan muatan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), jembatan hanya boleh dilintasi kendaraan dengan beban maksimum 5 ton.
Kendaraan angkutan berat seperti truk besar dilarang melintas, sementara truk ringan/engkel pembawa logistik masih diperbolehkan.
Guna mengantisipasi pelanggaran, Dishub bersama Satlantas akan memasang rambu larangan serta menyiapkan sanksi tegas bagi angkutan berat yang nekat melintas.
Rampungnya jembatan ini disambut penuh rasa syukur oleh warga setempat. Mahdalena, salah satu warga Mantuil, mengaku sangat lega karena tidak perlu lagi memutar jalur yang memakan waktu hingga 40 menit dengan kondisi jalan yang kurang memadai.
”Kemarin jalannya susah, mutarnya jauh sekali memakan waktu 30 sampai 40 menit. Jalannya juga sakit (rusak). Sekarang setelah dibangun ya senang, mobil dan motor sudah bisa lewat lagi,” ungkap Mahdalena. (Rian/Razie)


