tilikbanua.com
Berita Utama

Perbaikan Permanen Butuh Biaya Besar, Jembatan Basirih Hanya Ditambal Sementara

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Kerusakan memprihatinkan pada Jembatan di Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dipastikan belum akan mendapat perbaikan menyeluruh dalam waktu dekat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin memilih untuk mengambil langkah penanganan sementara pada fasilitas penyeberangan tersebut.

​Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, menerangkan bahwa opsi penanganan sementara diambil lantaran perbaikan permanen membutuhkan alokasi dana yang terbilang jumbo, terutama untuk proses pembebasan tanah di sekitarnya.

​”Jadi akan kita lakukan penanganan sementara dulu karena kalau penanganan permanen itu anggaran cukup besar karena ada pembebasan lahan,” terang Chandra, Sabtu (15/08/2026).

​Chandra menjelaskan, program penanganan sementara ini dimasukkan ke dalam pos pemeliharaan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini.

Kendati demikian, rencana perbaikan secara total tetap masuk ke dalam peta perencanaan Dinas PUPR, meski ia belum membeberkan kepastian tenggat waktunya.

​”Masih perencanaan karena itu memerlukan tahapan-tahapan dan kita cek dulu, apalagi pembebasan lahan tidak bisa langsung,” bebernya.

​Mengingat jembatan vital tersebut masih terus dilalui warga setiap hari, Chandra mengimbau masyarakat agar ekstra waspada saat melintas.

​”Masyarakat jangan khawatir jembatan akan diperbaiki segera. Tetap berhati-hati saat lewat jembatan,” pesan Chandra.

Kondisi Jembatan di Kelurahan Basirih Selatan saat ini memang kian mengkhawatirkan. Badan jembatan tampak dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Sebagai tindakan darurat, bagian jembatan yang bolong bahkan hanya ditutupi selembar tripleks seadanya agar tetap dapat dilewati kendaraan.

​Salah seorang warga setempat, Ahmad Zaini, menuturkan bahwa kerusakan jembatan sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Namun, tingkat kerusakan paling parah hingga menyisakan lubang menganga baru dirasakan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

​”Iya seperti itu kondisinya dan tidak pernah diperbaiki. Tapi rusak parah sampai berlubang besar itu sebulan ini,” beber Ahmad Zaini, Sabtu (08/08/2026) lalu.

​Zaini mengungkapkan, lubang besar di badan jembatan tersebut sempat dibiarkan terbuka begitu saja dan sangat membahayakan pengendara. Pihak kelurahan setempat akhirnya turun tangan memberikan penanganan darurat dengan menutupnya memakai tripleks.

​”Dari kelurahan menutup kemarin. Memang kerusakan ini belum pernah kami laporkan. Tapi jika sudah melihat langsung ya harapannya kelurahan bisa menindaklanjuti,” tuturnya.

​Ia menekankan pentingnya perbaikan segera, mengingat akses jalan tersebut kerap dilintasi armada berbobot berat karena berada di kawasan industri.

​”Iya banyak mobil besar-besar melintas. Jadi memang sudah seharusnya diperbaiki apabila rusak,” tegas Zaini.

Walaupun hingga kini belum ada insiden kecelakaan atau korban jiwa, warga berharap pemerintah daerah tidak menunggu jatuhnya korban untuk melakukan perbaikan total.

​”Harapannya segere diperbaiki. Kalau bisa direhab total sudah seperti jembatan lainnya yang beton,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Intrusi Air Laut Makin Parah: Intake Sungai Bilu Dihentikan, Pasokan Air PAM Bandarmasih Anjlok

razie albanjari

Usut Karhutla 10 Hektare di Cempaka, Polres Banjarbaru Panggil Pemilik Lahan

razie albanjari

Mati Lampu Berjam-jam Tapi Disuruh Hemat, Warga Banjarmasin Geram ke PLN

razie albanjari

Leave a Comment