tilikbanua.com
Berita Utama

Puncak Karhutla di Banjarbaru: Kebakaran Capai Lebih dari 10 Kali Sehari, Lahan Terbakar Tembus 1.698 Hektare

BANJARBARU, tilikbanua.com – Memasuki periode September hingga Oktober, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru mencapai puncaknya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat peningkatan intensitas kebakaran yang melonjak drastis hingga melebihi 10 kejadian dalam sehari di beberapa titik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Ar Rasyid, mengungkapkan bahwa eskalasi karhutla saat ini berada pada tingkatan paling mengkhawatirkan sepanjang musim kemarau.

“September–Oktober ini merupakan puncaknya kebakaran. Intensitasnya sudah melebihi 10 kali per hari untuk beberapa titik,” ujar Harun saat diwawancarai di Posko Pantau 3 Kelurahan Loktabat Utara.

Seiring melonjaknya frekuensi kebakaran, akumulasi luasan lahan terdampak kini telah menembus angka 1.698 hektare. Upaya pemadaman oleh tim gabungan kian berat lantaran krisis pasokan air alami di lokasi kejadian.

Kondisi kekeringan ekstrem yang melanda kawasan rawan karhutla membuat sumber-sumber air di sekitar lahan hangus tak tersisa.

Petugas pemadam kebakaran kini sepenuhnya bergantung pada pengiriman pasokan air dari luar area terdampak.

“Air yang hampir dikatakan sangat-sangat menipis, bahkan di sebagian tempat sudah nihil. Jadi kita sangat bergantung pada pasokan air dari luar. Air alami di samping kawasan yang kena karhutla hampir dipastikan sudah sangat-sangat kering,” tambah Harun.

BPBD Banjarbaru juga mengidentifikasi adanya perubahan peta persebaran titik api. Jika sebelumnya kejadian didominasi di wilayah barat dan selatan, tren pergerakan api saat ini bergeser menuju kawasan timur dan utara Kota Banjarbaru.

Meski demikian, Harun menegaskan bahwa potensi kemunculan titik api di wilayah barat dan selatan masih tetap ada.

Insiden kebakaran lahan terluas dalam beberapa hari terakhir tercatat melanda kawasan Munggu Alung, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, yang membakar lahan mineral serta mengancam area perkebunan warga di sekitar kawasan Bangkal

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta para relawan pemadam kebakaran terus disiagakan untuk mengantisipasi meluasnya dampak karhutla serta kabut asap di Kota Banjarbaru. (Caca/Razie)

Related posts

Diduga Akibat Pembukaan Lahan, Karhutla Terjadi di Cindai Alus Kabupaten Banjar

razie albanjari

Kabut Asap Pekat Selimuti Banjarmasin, Luas Karhutla Capai 40 Hektare

razie albanjari

Antisipasi Kebakaran di Musim Kemarau, Wali Kota Banjarmasin Minta Warga Waspada Korsleting dan Desak PLN Perbaiki Layanan​

razie albanjari

Leave a Comment