tilikbanua.com
Pemprov Kalsel

Tekan Stunting, TP PKK dan DKP Kalsel Dorong Konsumsi Ikan sebagai Sumber Gizi Anak

Banjarbaru, tilikbanua.com – Upaya percepatan penanganan stunting di Kalimantan Selatan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk mendorong pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal. Salah satunya melalui penguatan konsumsi ikan yang kaya protein dan asam lemak omega-3.

Komitmen tersebut diwujudkan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota.

Kegiatan yang digelar di Banjarbaru, Sabtu (8/8/2026), tidak sekadar menjadi ajang kompetisi kreativitas memasak. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi, khususnya ikan, sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan dan penanganan stunting.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, mengatakan potensi perikanan yang dimiliki Kalsel harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Menurutnya, ikan merupakan sumber protein yang mudah diperoleh masyarakat Kalsel. Namun, agar semakin disukai, terutama oleh anak-anak, diperlukan kreativitas dalam mengolahnya menjadi makanan yang menarik, lezat, bergizi, sekaligus mudah dikonsumsi.

“Kalimantan Selatan merupakan daerah penghasil ikan. Potensi ini harus terus dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan agar semakin diminati masyarakat. Harapannya, para kader PKK dapat menjadi agen edukasi di daerah masing-masing dalam memperkenalkan menu-menu ikan yang sehat, lezat, dan menarik,” ujarnya.

Fathul Jannah menegaskan, pemenuhan asupan gizi menjadi salah satu hal penting dalam upaya mencegah terjadinya stunting. Karena itu, edukasi mengenai pola konsumsi pangan bergizi perlu dilakukan hingga tingkat keluarga.

Ia berharap kreativitas yang ditampilkan dalam lomba dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyiapkan makanan bagi anak-anak.

“Melalui kreativitas para peserta, ikan dapat diolah menjadi berbagai menu bergizi dengan duri yang sudah diminimalkan. Selain rasanya enak, kandungan gizinya tetap terjaga sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan LMSI merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah dan TP PKK dalam meningkatkan konsumsi ikan sekaligus mendorong diversifikasi produk pangan berbasis potensi lokal.

Ia menilai, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor perikanan dan pemberdayaan keluarga. Ketersediaan ikan sebagai sumber protein lokal dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan Kalsel dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

“Kami berharap inovasi yang lahir dari lomba ini tidak berhenti hanya di ajang kompetisi. Justru hasil-hasil terbaik harus terus dikembangkan, disosialisasikan, dan diterapkan di tengah masyarakat melalui kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan,” ujar Rusdi.

Beragam menu yang ditampilkan peserta, kata Rusdi, membuktikan bahwa ikan dapat diolah menjadi makanan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai kelompok usia, mulai dari menu keluarga, makanan balita hingga kudapan.

Hal tersebut menjadi penting karena upaya pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas dan kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Rusdi menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein dan asam lemak omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, peningkatan konsumsi ikan di tingkat keluarga diharapkan dapat turut mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat.

“Dengan memanfaatkan ikan lokal, kita tidak hanya meningkatkan konsumsi hasil perikanan daerah, tetapi juga memperkuat kualitas gizi masyarakat. Omega-3 yang terkandung dalam ikan menjadi salah satu keunggulan yang tidak dimiliki banyak sumber protein lainnya,” katanya.

Selain aspek kesehatan, pengembangan menu olahan ikan juga dinilai memiliki potensi ekonomi. Kreasi makanan berbahan ikan dapat dikembangkan menjadi produk pangan rumah tangga maupun usaha mikro sehingga memberikan nilai tambah terhadap hasil perikanan lokal.

Rusdi juga optimistis inovasi pengolahan ikan dari Kalsel mampu kembali bersaing di tingkat nasional. Pada pelaksanaan Lomba Masak Serba Ikan Nasional sebelumnya, Kabupaten Banjar berhasil meraih juara kedua.

“Tahun lalu Kabupaten Banjar berhasil meraih juara kedua tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan dalam mengolah ikan sudah sangat diperhitungkan. Juara pertama tahun ini akan kami persiapkan sebagai wakil provinsi pada tingkat nasional,” pungkasnya.

Related posts

Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Miliki Gedung Baru Setara Hotel Bintang 3

razie albanjari

Gubernur Muhidin dan Forkopimda Tinjau PLTU Asam-Asam, PLN Pastikan Pasokan Listrik Kalsel Berangsur Normal Mulai 5 Agustus

razie albanjari

Pemadaman Makin Masif, Gubernur Kalsel Imbau Warga Kurangi Pemakaian Listrik Hingga 40 Persen.

razie albanjari

Leave a Comment