BARITO KUALA, tilikbanua.com – Semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Barito Kuala. Hal itu ditandai dengan terpilihnya empat Duta PEPELINGASIH (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026 dalam ajang pemilihan yang digelar di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Porbudpar) Kabupaten Barito Kuala, Senin (20/7/2026).
Dari empat pemenang tersebut, tiga terbaik akan menjadi wakil Kabupaten Barito Kuala pada ajang Pemilihan Duta PEPELINGASIH Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun para pemenang Duta PEPELINGASIH Kabupaten Barito Kuala Tahun 2026 yakni Juara I Alfiatul Muntadzar dengan inovasi Eco Swap Market, Juara II Husnul Khatimah melalui program EcoFresh Orange, Juara III Muhammad Lutfi dengan Eco Farm X Sehati, serta Juara IV Amanda Rahayu Nur Ainingrum yang mengusung Green Breath Indonesia.
Koordinator Pelaksana Program DPC PEPELINGASIH Kabupaten Barito Kuala, Ramadhansyah, mengatakan program tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
“Pemuda adalah agent of change. Salah satu wadah bagi anak muda untuk menciptakan dampak adalah melalui Program Duta PEPELINGASIH. Melalui program ini, pemuda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengatasi persoalan sampah, serta mengedukasi masyarakat secara langsung. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk melatih kepemimpinan, mengembangkan potensi diri, dan membangun kolaborasi demi mewujudkan Barito Kuala yang lebih bersih dan asri,” ujarnya.
Peraih Juara I, Alfiatul Muntadzar, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi terbaik pada ajang Duta PEPELINGASIH 2026.
“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa berada di tahap ini. Awalnya saya hanya berharap bisa terpilih menjadi Duta PEPELINGASIH, tetapi Alhamdulillah dipercaya meraih Juara I. Terima kasih kepada Allah SWT, kedua orang tua, para mentor, dan semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, serta semangat selama proses ini,” ungkapnya.
Melalui program Eco Swap Market, Alfiatul menawarkan konsep pertukaran barang layak pakai di tengah masyarakat. Program ini bertujuan mengurangi limbah rumah tangga, mendorong budaya reuse, mengurangi konsumsi barang baru, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Juara II Husnul Khatimah mengaku terdorong mengikuti ajang tersebut karena ingin menjadi bagian dari gerakan nyata pelestarian lingkungan.
“Saya tidak hanya ingin menjadi role model dalam menjaga lingkungan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari aksi nyata untuk menciptakan perubahan. Itulah yang memotivasi saya mengikuti Duta PEPELINGASIH Kabupaten Barito Kuala,” katanya.
Husnul mengusung inovasi EcoFresh Orange, yakni pemanfaatan buah dan kulit jeruk menjadi produk ramah lingkungan berupa pengharum ruangan berbentuk semprot dan lilin aromaterapi. Menurutnya, limbah kulit jeruk yang selama ini kurang dimanfaatkan memiliki potensi menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi sampah organik.
Di sisi lain, Muhammad Lutfi menghadirkan program Eco Farm X Sehati, sedangkan Amanda Rahayu Nur Ainingrum memperkenalkan Green Breath Indonesia sebagai upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Bendahara Umum DPC PEPELINGASIH Kabupaten Barito Kuala, Halimatus Sa’diyah, menjelaskan inovasi yang diusung para peserta terus berkembang mengikuti tantangan lingkungan setiap tahunnya.
Ia menyebutkan, pada 2023 fokus program berada pada pemanfaatan limbah padi, kain perca, dan kulit nanas. Tahun 2024 berkembang menjadi pemberdayaan pemuda melalui permainan tradisional Balogo berbahan limbah plastik. Selanjutnya pada 2025 muncul inovasi pemanfaatan ampas kopi, penghijauan sekolah, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Memasuki tahun 2026, inovasi yang ditampilkan semakin beragam, mulai dari pemanfaatan kulit jeruk, pengelolaan limbah sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pemanfaatan kembali barang-barang layak pakai melalui konsep ekonomi sirkular.
Halimatus berharap para Duta PEPELINGASIH 2026 mampu menjadi inspirasi sekaligus motor penggerak bagi semakin banyak generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan.
“Harapan saya, para Duta PEPELINGASIH 2026 mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan mengajak lebih banyak pemuda untuk peduli terhadap lingkungan. Semoga semangat menjaga lingkungan terus tumbuh sehingga cita-cita mewujudkan Barito Kuala yang bersih, hijau, dan berkelanjutan dapat terwujud bersama,” tutupnya.
Program Duta PEPELINGASIH merupakan wadah pembinaan kepemudaan yang mendorong generasi muda menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Para duta diharapkan mampu menjadi agen perubahan melalui edukasi, aksi nyata, serta inovasi dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan di daerah.
Seleksi dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari administrasi, penyampaian gagasan inovasi lingkungan, hingga wawancara dan penilaian oleh dewan juri. Peserta dinilai berdasarkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, wawasan lingkungan, serta kualitas program yang diusulkan. (Sarma/Razie)


