tilikbanua.com
Berita Utama

Banjarmasin dan Sekitarnya Kembali Dilanda Pemadaman Listrik, Warga Mengeluh Aktivitas Terganggu

​BANJARMASIN, tilikbanua.com — Sejumlah wilayah di Banjarmasin dan sekitarnya kembali harus berhadapan dengan penghentian pasokan listrik sementara.

Pemadaman bergilir yang kembali terjadi ini memicu gelombang kekecewaan dari kalangan masyarakat yang merasa aktivitas harian dan usaha mereka terganggu.

​Keluhan datang dari seorang warga Banjarmasin Barat, Faridah . Ia mengaku kesal karena pemadaman listrik yang dinilai cukup sering terjadi belakangan ini mengganggu usahanya serta kenyamanan keluarga di rumah.

​”Sangat kecewa, apalagi kalau mati lampunya dari pagi sampai siang begini, rumah jadi panas sekali dan pekerjaan rumah tangga banyak yang tertunda. Harusnya PLN bisa lebih cepat mengantisipasi masalah seperti ini agar tidak terus berulang,” ujar Ibu rumah tangga 49 tahun itu saat ditemui, Minggu (26/07/2026).

​Nada serupa juga disampaikan oleh Fitriani (31), warga Barito Kuala (Batola) yang wilayahnya turut terdampak penghentian pasokan listrik tersebut.

​”Bukan cuma di kota, kami yang di daerah batas kota seperti Batola ini juga kena dampaknya. Mana informasinya kadang tidak sesuai. Kasihan anak-anak dan usaha kecil yang sangat bergantung sama listrik,” ungkap Fitriani.

Sementara itu, dikutip dari Media Indonesia, PLN Unit Induk Distribusi (UID) wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kembali memberlakukan pemadaman bergilir menyusul terjadinya gangguan kelistrikan sistem interkoneksi di wilayah tersebut. Lantas, pemadaman aliran listrik ini kembali menuai protes masyarakat luas.

Pemadaman bergilir sudah berlangsung sejak Kamis (23/07/2026) kemarin, di berbagai wilayah dengan durasi pemadaman 5-6 jam.

Sedangkan rentang waktu pemadaman mulai pukul 07.00 hingga 23.00 wita. Dalam pemberitahuannya kepada publik, pihak PLN menyebut telah terjadi gangguan kelistrikan yang berdampak pada terganggunya pasokan listrik kepada masyarakat.

Ini merupakan kondisi krisis listrik ke dua terjadi di wilayah Kalsel dan Kalteng. Pada awal Juli 2026, PLN beralasan krisis listrik disebabkan terjadinya kerusakan pada PLTUG Bangkanai, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari PLN terkait penyebab krisis listrik kali ini. (Rian?Razie)

Related posts

Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan 2026

razie albanjari

Kasus Ispa di Banjarbaru Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla

razie albanjari

Atasi Kabel Semrawut, Pemko Banjarmasin Mulai Terapkan Tiang Bersama

razie albanjari

Leave a Comment