tilikbanua.com
Berita UtamaKabupaten/Kota

Karhutla Banjarbaru Tembus 600 Hektare, Ring 1 Bandara Diperketat

BANJABARU, tilikbanua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berada di area vital Ring 1 penerbangan dan kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, status Banjarbaru saat ini dipastikan masih bertahan pada tingkat Siaga Kedaruratan Karhutla dan Kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengungkapkan bahwa hingga akhir Juli ini, akumulasi luasan lahan yang hangus terbakar di wilayahnya telah mencapai ratusan hektare.

“Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Banjarbaru, kurang lebih 600 hektare lahan sudah terbakar di Banjarbaru. Ini menjadi atensi serius kita bersama, mengingat wilayah kita merupakan prioritas penanganan atau Ring 1,” ujar Zaini saat diwawancarai di Posko Pantau Lapangan Awang Peramuan, Sabtu (1/8/2026).

Zaini memaparkan, dampak kebakaran terluas sejauh ini terkonsentrasi di Kecamatan Landasan Ulin, kawasan yang berdekatan langsung dengan fasilitas penerbangan. Luas kebakaran di wilayah tersebut saja sudah menembus angka sekitar 300 hektare.

Terkait pemicu kebakaran di kawasan tersebut, Zaini mengindikasikan adanya faktor kelalaian hingga unsur kesengajaan manusia saat mengolah tanah.

“Penyebabnya ada dua versi. Ternyata memang masih ada anggota masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar, serta adanya saluran drainase yang tidak dibuat secara memadai. Namun begitu ada titik api, tim di lapangan langsung bergerak cepat menanggulangi,” jelasnya.

Di samping itu, menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang, BPBD Banjarbaru terus memperkuat benteng pertahanan.

Terlebih, karakteristik lahan di Banjarbaru dominan berupa lahan gambut yang dikenal sangat sulit dipadamkan jika api sudah meresap ke dalam tanah.

Kondisi penanganan di lapangan kini juga dihadapkan pada kendala menyusutnya sumber air alami.

“Titik-titik air seperti embung di Banjarbaru saat ini sudah mulai mengering. Oleh karena itu, kami berkolaborasi erat dengan BPBD Provinsi Kalsel, tim relawan, serta pihak-pihak yang memiliki armada mobil tangki untuk menjamin suplai air pemadaman ke lokasi,” tutur Zaini.

BPBD Banjarbaru berharap koordinasi lintas sektor yang solid dapat menekan eskalasi karhutla sehingga status kebencanaan tidak perlu ditingkatkan.

“Ini baru akhir Juli, puncak karhutla diprediksi Agustus sampai September. Potensi perluasan kebakaran masih sangat tinggi, makanya kita harus betul-betul siaga ekstra. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, penanganan tetap terkendali dan jangan sampai kita masuk ke status Tanggap Darurat,” tuntasnya. (Caca/Razie)

Related posts

Gantikan Gusti Rizky, Syahrial Jabat Ketua DPRD Banjarbaru

razie albanjari

Pemadaman Makin Masif, Gubernur Kalsel Imbau Warga Kurangi Pemakaian Listrik Hingga 40 Persen.

razie albanjari

Karhutla Kalsel Meluas, OMC Terkendala Minimnya Awan Hujan

razie albanjari

Leave a Comment