BANJARBARU, tilikbanua.com – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan.
Meski pesawat dan bahan untuk penyemaian awan telah tersedia dan dalam kondisi siap, pelaksanaan OMC atau hujan buatan masih terkendala kondisi cuaca. Hingga saat ini, awan hujan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian belum tersedia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan seluruh kebutuhan untuk pelaksanaan OMC sebenarnya telah dipersiapkan.
“Pesawat dan bahan sudah siap dan standby di posko. Namun kondisi awan hujan saat ini belum ada, sehingga belum memungkinkan dilakukan penyemaian,” ujar Ronny saat ditemui di sela pembagian masker di kawasan Bundaran Palam, Banjarbaru, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, OMC tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena membutuhkan kondisi awan yang sesuai agar proses penyemaian dapat dilakukan secara efektif.
Di sisi lain, kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalsel masih menjadi perhatian. Ronny menyebut kawasan bagian selatan, khususnya Pengayuan dan sekitarnya, masih mengalami kebakaran. Sementara di wilayah utara, titik-titik kebakaran juga mulai ditemukan.
“Memang saat ini masih cukup parah di daerah selatan, yaitu Pengayuan dan sekitarnya. Di daerah utara juga sudah mulai ada yang terbakar,” jelasnya.
Mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD Kalsel terus melakukan pemadaman cepat bersama berbagai unsur. Penanganan dilakukan dengan melibatkan TNI-Polri serta pihak perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Ronny menyebut saat ini terdapat tujuh perusahaan yang ikut membantu penanganan karhutla. Dukungan dari sejumlah perusahaan lainnya juga tengah dipersiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan.
“Terus kami lakukan antisipasi dan pemadaman cepat bersama semua unsur, baik TNI-Polri maupun kawan-kawan dari pihak usaha. Saat ini ada tujuh perusahaan yang ikut berpartisipasi dan nantinya akan ada beberapa perusahaan lagi yang membantu,” katanya.
Terkait status penanganan karhutla, Ronny mengatakan kewaspadaan di Kalsel masih berada pada kondisi siaga. Namun, terdapat tambahan satu kabupaten yang meningkatkan statusnya menjadi siaga darurat sehingga saat ini terdapat tujuh kabupaten/kota yang berada dalam status tersebut.
Ia juga menjelaskan kondisi angin turut memengaruhi pergerakan asap. Asap cenderung bergerak dari arah timur ke barat dan sebagian dari selatan ke utara.
“Kondisi angin yang cukup kencang membuat konsentrasi asap cepat terurai dan terbawa angin,” pungkasnya.


