BANJARBARU, tilikbanua.com – Kepolisian Resor Banjarbaru mengungkap adanya kasus tindak pidana pencurian yang menimpa Sekolah Dasar Negeri 3 Guntung Manggis di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.
Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Ari Handoyo, mengonfirmasi peristiwa pembobolan yang menyasar ruang kepala sekolah tersebut tepatnya terjadi pada Selasa (18/8/2026) dini hari.
“Memang benar terjadi pencurian di SDN 3 Guntung Manggis. Namun, pihak sekolah memilih tidak melanjutkan laporan resmi mengingat barang bukti hasil pencurian masih sangat dibutuhkan dan harus segera digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak,” ujar AKP Ari Handoyo saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Adapun peristiwa ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah pada dini hari. Guru SDN 3 Guntung Manggis, Zainal Muttaqin, menceritakan bahwa pihak sekolah langsung melakukan pemeriksaan lokasi setelah menerima laporan awal.
“Setelah kami lihat dan cek, ternyata ada 11 unit laptop beserta charger-nya dan tiga unit proyektor beserta kabelnya hilang dari tempat penyimpanan,” kata Zainal.
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Ketua Komite, Ketua RT, dan Bhabinkamtibmas setempat. Identitas terduga pelaku berhasil terungkap berkat rekaman CCTV yang disebarkan ke forum warga dan orang tua siswa.
“Identitas pelaku berhasil diketahui setelah beberapa orang tua siswa mengenali sosok dalam rekaman itu. Terduga pelaku memang warga lingkungan sekitar sekolah dan masih di bawah umur,” jelasnya.
Dengan bantuan warga dan aparat kata dia, terduga pelaku mengakui perbuatannya dengan dibawa ke sekolah.
Dalam proses interogasi yang dilakukan secara persuasif, terduga pelaku mengakui telah mengambil seluruh barang elektronik tersebut sekaligus dalam satu malam.
Meskipun sempat dibawa ke Polsek Liang Anggang untuk koordinasi penanganan, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Kanit Reskrim Polsek Liang Anggang, Iptu Isman Riskadany, membenarkan pihaknya sempat menerima laporan awal terkait raibnya belasan laptop dan proyektor penunjang ujian praktik siswa tersebut.
“Kita menerima laporan dari guru bahwa telah terjadi pencurian di SDN 3 Guntung Manggis, yang melakukan pencurian tersebut ada tiga orang kebetulan masih anak di bawah umur,” ungkap Iptu Isman.
Lantaran barang-barang tersebut sangat vital untuk operasional sekolah serta mempertimbangkan masa depan terduga pelaku yang masih di bawah umur, kesepakatan damai pun diambil.
Barang bukti diserahkan kembali ke sekolah, dan terduga pelaku dikembalikan kepada orang tuanya. (Caca/Razie)


