BANJARMASIN, tilikbanua.com, – Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Kelayan B, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Sabtu (8/8/2026) subuh.
Peristiwa yang terjadi menjelang waktu subuh tersebut menghanguskan sejumlah bangunan tempat tinggal, bedakan, hingga tempat usaha milik warga.
Berdasarkan penuturan Ketua RT 04, Kelurahan Kelayan Timur, Amrullah, kobaran api pertama kali berkobar sekitar pukul 04.00 WITA. Titik awal api muncul di perbatasan antara wilayah RT 04 dan RT 05, tepatnya dari sebuah bangunan bedakan yang berada dalam kondisi kosong.
“Api itu langsung membesar, mulai dari bedakan, tapi posisinya kosong,” ujar Amrullah saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, hembusan angin dan struktur bangunan yang berdempetan membuat api dengan cepat merambat ke samping kiri, menghanguskan bangunan toko sembako di RT 05 serta menjangkau rumah warga di RT 04.
Amrullah yang juga menjadi salah satu warga terdampak mengungkapkan bahwa tempat tinggalnya ikut mengalami kerusakan di bagian atap akibat pendaran panas dan kobaran api.
“Di sebelah ada toko sembako dengan bedakan, kalau di wilayah saya ada dua rumah yang kena. Rumah saya atapnya saja yang kena, di sebelah sana juga ada yang terimbas,” tuturnya.
Pantauan di lokasi pada pukul 08.00 WITA menunjukkan garis polisi (police line) sudah terpasang melingkari area puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Warga sekitar bersama korban terdampak tampak bahu-membahu membersihkan sisa-sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Arus lalu lintas di sekitar Jalan Kelayan B sempat mengalami kemacetan akibat banyaknya warga dan relawan yang melintas di lokasi.
Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Banjarmasin telah bergerak di lokasi untuk melakukan verifikasi serta pendataan korban dan kerugian material.
Koordinator Pendataan Lapangan Tagana Banjarmasin, Harianto Hartono, menyampaikan bahwa dari hasil pendataan sementara, terdapat total 9 unit bangunan/sekat yang terdampak, yang dihuni oleh 5 Kepala Keluarga (KK) dengan total 13 jiwa.
”Kalau yang totalnya tercatat ada 9 unit bangunan atau sekat. Cuma yang didiami itu ada 5 KK dengan total 13 jiwa. Karena ini sebenarnya bangunan panjang yang disekat-sekat menjadi beberapa bagian,” terang Harianto di lokasi.
Ia merincikan, dari total bangunan terdampak tersebut terdiri atas 3 unit toko, 1 buah majelis/bangunan umum, 1 buah bedakan (rumah kontrakan), serta rumah tinggal warga.
Terkait dengan penyaluran bantuan masa tanggap darurat, pihak Tagana akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk proses rujukan resmi.
”Setelah data ini rampung dan dikonfirmasi bersama Ketua RT setempat, data akan diteruskan ke Dinas Sosial Kota Banjarmasin melalui rujukan resmi dari pihak Kelurahan Kelayan Timur untuk penyaluran bantuan tanggap darurat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api dari bangunan bedakan kosong tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (Rian/Razie)


