tilikbanua.com
Peristiwa

Tingginya Frekuensi Kebakaran di Banjarmasin: 63 Kasus Terjadi dalam Delapan Bulan

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Ancaman musibah kebakaran masih membayangi Kota Banjarmasin. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin mencatat setidaknya 63 peristiwa kebakaran telah menghanguskan berbagai kawasan pemukiman maupun tempat usaha sejak Januari hingga pekan pertama Agustus 2026.

​Pemutakhiran data tersebut menunjukkan tren kejadian yang merata di lima kecamatan, dengan titik rawan tertinggi berada di wilayah barat kota.

Mulai dari di Kecamatan Banjarmasin Barat ada 23 kasus, Banjarmasin Selatan 10 kasus dan Banjarmasin Tengah 10 kasus.

Selanjutnya Banjarmasin Utara 6 kasus dan Banjarmasin Timur aebanyak 5 kasus. Jadi total kejadian kebakaran aebanyak 63 kasus.

Kabid Pemadaman di Disdamkarmat Kota Banjarmasin, Marliansyah, mewakili Kepala Disdamkarmat, Hendro, mengonfirmasi tingginya angka insiden tersebut.

Frekuensi kebakaran bahkan tergolong tinggi di awal bulan ini, di mana lima insiden baru langsung mencatatkan diri pada pekan pertama Agustus 2026.

“Empat di antaranya terjadi di Banjarmasin Barat dan satu kasus di Banjarmasin Selatan,” ujarnya dihubungi Senin, (10/08/2026).

​Selain data resmi tersebut, deretan insiden teranyar juga melanda kawasan padat seperti Taman Kamboja dan Pasar Teluk Dalam di Banjarmasin Tengah, serta kawasan Pasar Baimbai, Kelayan B, di Banjarmasin Selatan.

​Dugaan arus pendek atau korsleting listrik masih menjadi penyebab utama maraknya musibah ini. Pada insiden di Kelayan B misalnya, rumah dalam keadaan kosong saat api pertama kali membesar sekitar pukul 04.00 WITA.

​”Dugaan sementara karena arus pendek korsleting, sebab posisi bangunan di dalam sedang kosong. Beruntung tidak ada korban jiwa,” terang Amarullah, Ketua RT 04 setempat.

Meski begitu, dibandingkan dengan tahun 2025 per 31 Agustus 2025 lalu, total kejadian kebakaran kata dia sebanyak 97 kasus.

“Jadi tahun ini masih dibawah dibandingkan dari kebakaran tahun 2026 ini,” bebernya.

​Di sisi lain, proses pemadaman di lapangan kerap menghadapi kendala teknis keselamatan.

Saksi mata sekaligus petugas jaga malam lokasi, Mardiansyah, menuturkan bahwa armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dan DPKP sebenarnya tiba sangat cepat di lokasi kejadian.

Namun, penyemprotan air sempat tertahan akibat aliran listrik yang belum dipadamkan oleh pihak terkait.

“Listrik saat itu masih menyala, jadi petugas BPK harus menunggu aliran padam terlebih dahulu demi keselamatan sebelum menyemprotkan air. Jika listrik padam lebih cepat, penanganan tentu bisa lebih maksimal,” ujarnya.

​Maraknya insiden ini menjadi peringatan bagi warga Kota Banjarmasin untuk makin waspada terhadap instalasi listrik di permukiman masing-masing demi meminimalisasi risiko kebakaran berulang. (Rian/Razie)

Related posts

Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

razie albanjari

Tanpa Tanda-Tanda, Tiga Rumah di Kertak Hanyar Roboh Sekaligus: Satu Orang Meninggal Dunia dan Enam Dievakuasi

razie albanjari

Pria Ditemukan Meninggal di Lahan Bekas Terbakar Banjarbaru Usai Tak Pulang Memancing

razie albanjari

Leave a Comment