tilikbanua.com
Berita UtamaKabupaten/Kota

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Telusuri Dugaan Pelecahan Oknum Guru SDN Teluk Dalam 3

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Berita dugaan aksi tidak terpuji yang melibatkan oknum guru SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin terhadap siswinya memicu keresahan di kalangan orang tua dan wali murid.

Kecemasan ini kian menguat lantaran pendidik yang bersangkutan dilaporkan masih aktif mengajar di sekolah tersebut.

​Menanggapi kabar yang merebak, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin bergerak cepat dengan meminta klarifikasi langsung dari pihak manajemen sekolah.

“Kami telah melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada Kepala SDN Teluk Dalam 3 terkait pemberitaan di beberapa media mengenai adanya kejadian pelecehan seksual terhadap peserta didik oleh oknum guru di sekolah tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, dikonfirmasi Senin (10/08/2026).

​Berdasarkan penjelasan awal dari pihak sekolah, peristiwa tersebut berawal dari pertemuan antara dua peserta didik dan oknum guru yang pernah mengajar mereka.

Dalam interaksi tersebut, sempat terjadi kontak fisik pada bagian tubuh siswa.
​Meski demikian, oknum guru yang bersangkutan membantah adanya unsur kesengajaan dan menyebut tindakan tersebut murni kekhilafan saat menyapa dan bercanda.

​”Guru yang bersangkutan telah memberikan penjelasan bahwa kontak tersebut terjadi secara tidak disengaja dalam suasana menyapa dan bercanda. Guru juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan orang tuanya,” jelas Ryan.

Sebagai langkah penyelesaian, pihak sekolah memfasilitasi pertemuan mediasi antara oknum guru dan kedua orang tua siswi pada Rabu (05/08/2026) kemarin.

Usai pertemuan tersebut, kegiatan belajar mengajar peserta didik dilaporkan tetap berjalan normal seperti biasa.

Kendati demikian, kasus ini menjadi catatan dan evaluasi internal yang serius bagi SDN Teluk Dalam 3.

Pihak sekolah mengimbau seluruh tenaga pengajar untuk lebih menjaga batasan profesional serta berhati-hati dalam melakukan kontak fisik dengan murid.

​Disdik Kota Banjarmasin menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini agar dapat diselesaikan secara objektif dan transparan.

​”Kami mengutamakan perlindungan dan kenyamanan peserta didik, serta memastikan penanganannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas

Ryan menambahkan bahwa penanganan kasus tidak hanya berfokus pada klarifikasi, tetapi juga pemenuhan hak dan rasa aman siswa di lingkungan sekolah. (Rian/Razie)

Related posts

Gubernur dan Kapolda Kalsel Turun Langsung Padamkan Karhutla 57 Hektare di Pengayuan Banjarbaru

razie albanjari

​23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin, Mayoritas Akibat Kelalaian Membakar Sampah

razie albanjari

Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan 2026

razie albanjari

Leave a Comment