BANJARMASIN, tilikbanua.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mencatat setidaknya ada 23 titik kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Banjarmasin sepanjang periode 15 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengungkapkan bahwa dari total kejadian tersebut, luas lahan tidur dan semak belukar yang terbakar telah mencapai sekitar 2,351 hektar.
”Mayoritas lokasi yang terbakar berada di wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara karena di sana terdapat area lahan tidur yang cukup luas dan berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga,” ujar Husni, Rabu (12/08/2026).
Husni menegaskan, penyebab utama maraknya kebakaran lahan di Banjarmasin bukan karena faktor alam semata, melainkan akibat kelalaian warga yang membakar sampah lalu ditinggalkan tanpa pengawasan. Salah satu insiden terluas terjadi di kawasan TPA Basirih dengan area terdampak hampir mencapai 1 hektar (0,95 hektar).
”Sebagian besar pemicunya adalah pembakaran sampah rumah tangga yang membakar semak belukar di sekitarnya. Bahkan puntung rokok pun bisa jadi pemicu. Ini masalah kelalaian yang sebenarnya sangat bisa diatasi jika masyarakat mau disiplin,” tegasnya.
Menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Banjarmasin, saat ini status penanganan bencana di Kota Banjarmasin masih berada dalam tahap Kesiapsiagaan. BPBD terus mengintensifkan imbauan dan sosialisasi bersama instansi terkait agar warga menghentikan aktivitas membakar sampah, terutama di tengah cuaca terik saat ini.
Mengenai sanksi bagi pembakar sampah dan lahan, Husni menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mengedepankan tindakan persuasif dan imbauan. Namun, tindakan tegas dan sanksi hukum sesuai aturan dapat diberlakukan jika imbauan tersebut terus diabaikan oleh masyarakat.
Mengenai pembentukan Posko Siaga Bencana Karhutla, BPBD Banjarmasin baru akan mendirikan pos koordinasi lapangan secara fisik apabila status daerah telah dinaikkan menjadi Siaga Darurat.
”Jika status sudah naik menjadi Siaga Darurat, posko baru akan didirikan di titik-titik rawan seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya di kawasan Banjarmasin Selatan, Sungai Andai, hingga area perbatasan,” pungkas Husni. (Rian/Razie)


