BANJARMASIN, tilikbanua.com — Kota Banjarmasin mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kota Seribu Sungai ini mencapai 21.851 orang atau setara dengan 6,48 persen dari total penduduk usia produktif.
Menanggapi data tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, menegaskan bahwa pihaknya telah merancang dan menjalankan sejumlah langkah konkret serta inovasi strategis guna menekan angka pengangguran secara signifikan.
Langkah awal yang ditempuh Diskopumker adalah membangun keterbukaan informasi lowongan kerja dengan merangkul seluruh pelaku usaha dan perusahaan yang ada di Banjarmasin.
”Langkah konkret yang kami lakukan dalam menyelesaikan tingkat pengangguran terbuka di Kota Banjarmasin, yang pertama tentu kita berkolaborasi dengan pasar kerja. Yang kedua, kita berkolaborasi dengan seluruh perusahaan yang ada di Kota Banjarmasin agar mereka melaporkan kepada kami lowongan kerja apa yang tersedia di tempat mereka, dan Alhamdulillah itu kita miliki datanya,” ujar Machli Riyadi.
Selain membuka peluang kerja formal, Pemko Banjarmasin juga berfokus pada pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melahirkan para wirausahawan baru.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak sekadar bergantung pada lowongan pekerjaan yang ada, tetapi mampu membuka lapangan kerja sendiri.
“Kita juga melaksanakan pengembangan dari BLK untuk menciptakan lapangan kerja sehingga terjadi pergeseran. Yang dulu sebagai karyawan, sekarang terjadi pergeseran mereka menjadi pengusaha. Itu terjadi pergeseran nyata, dari yang dulu pencari kerja, sekarang sudah memiliki usaha sendiri,” jelasnya.
Sebagai bentuk terobosan, Diskopumker menghadirkan program Rupa Keren (Rumah Pasar Kerja Banjarmasin) yang bekerja sama dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan tinggi.
”Langkah lain terobosan inovasi yang kami lakukan yaitu Rupa Keren (Rumah Pasar Kerja Banjarmasin). Kami bekerja sama dengan pelaku usaha untuk memfasilitasi kegiatan walk-in interview secara langsung, mempertemukan antara pencari kerja dengan pemberi kerja di Banjarmasin Creative Hub. Ini dilakukan secara terus-menerus dan bekerja sama dengan perguruan tinggi, salah satunya UIN,” kata Machli.
Terkait dengan angka pengangguran yang dirilis BPS, Machli menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui metode sampling di lapangan. Untuk memastikan ketepatan program sasaran, Pemko Banjarmasin juga berencana melakukan verifikasi data secara intensif hingga ke tingkat bawah.
”Kami melaksanakan koordinasi dengan BPS untuk memastikan data. Angka itu berdasarkan sampling yang mereka lakukan dari 52 kelurahan dan 62 RT, di mana setiap RT dilakukan wawancara terhadap 10 Kepala Keluarga (KK). Nah, kami sudah memiliki data dari BPS, tetapi kami juga akan melakukan pendataan nanti secara langsung bekerja sama dengan teman-teman di kelurahan,” pungkasnya. (Rian/Razie)


