BANJARMASIN, tilikbanua.com – Federasi Olahraga Domino (Orado) Kota Banjarmasin terus memasifkan pengenalan olahraga otak ke berbagai kalangan. Terbaru, mereka menggelar program Orado Banjarmasin Go to Campus yang dipusatkan di Aula Asywadi Syukur, UIN Antasari Banjarmasin pada Sabtu (15/08/2026) sore.
Agenda sosialisasi ini disambut antusias oleh puluhan perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin, seperti UIN Antasari, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB, Universitas Terbuka (UT), hingga Universitas Achmad Yani (UVAYA).
Ketua Orado Banjarmasin, Rikval Fachruri, menjelaskan bahwa kegiatan Go to Campus merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi berkelanjutan setelah sebelumnya menyasar lingkungan sekolah dan kelompok masyarakat umum.
“Ini sosialisasi olahraga domino di kampus sebagai bagian dari rangkaian ke beberapa tempat. Sebelumnya kita sudah ke sekolah dan masyarakat yang mendapat respon sangat positif. Tujuannya merubah paradigma, karena dulu domino sering dikonotasikan dengan judi. Padahal sekarang sudah resmi masuk KONI dan diakui sebagai cabang olahraga permainan,” ujar Rikval.
Ia menambahkan, segmen mahasiswa disasar karena masuk dalam kategori usia dewasa yang potensial untuk dibina, terlebih belum banyak yang memahami bahwa domino prestasi memiliki aturan dan regulasi baku yang berbeda dengan permainan kartu lokal biasa. Langkah ini juga sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
”Kejuaraan domino kini ada di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Dalam waktu dekat ada event menyambut Hari Kemerdekaan pada 28–29 Agustus di Sekretariat Bersama, disusul kejuaraan Wali Kota Cup pada 18–20 September. Maka dari itu, sosialisasi terus kami masifkan,” tuturnya.
Inisiatif dari Orado Banjarmasin ini mendapat apresiasi positif dari kalangan mahasiswa. Perwakilan Mahasiswa UIN Antasari, Khairul Fikry, mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan edukatif tersebut karena berhasil membuka pandangan baru di lingkungan kampus.
”Sosialisasi ini sangat positif, jadi kita lebih tahu Orado seperti apa. Dulu sempat ragu dan riset dulu di media sosial serta fatwa keagamaan untuk memastikan kehalalan dan legalitasnya. Ternyata memang legal dan diakui KONI,” ungkapnya.
“Teman-teman mahasiswa banyak yang suka main domino, jadi sekarang ada wadah resmi yang positif dan bisa diarahkan ke ajang perlombaan,” pungkas Fikry. (Rian/Razie).


