tilikbanua.com
Pendidikan

Buka MPLS, Wali Kota Lisa Halaby Tekankan Adab dan Disiplin bagi Siswa SR Terintegrasi 2

BANJARBARU, tilikbanua.com – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang ketiga di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Banjarbaru, Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Sabtu (15/8/2026).

Keberadaan Sekolah Rakyat di Banjarbaru ini menjadi bagian dari program nasional yang sebelumnya diluncurkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Wali Kota Lisa Halaby mengatakan, Pemerintah Kota Banjarbaru mengapresiasi penuh kehadiran fasilitas pendidikan ini. Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai rumah belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu.

“Alhamdulillah, hari ini dilaksanakan MPLS gelombang ketiga untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Banjarbaru. Program yang diinisiasi oleh Presiden ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan,” ujar Erna Lisa Halaby saat diwawancarai.

Dirinya membeberkan bahwa kuota penerimaan siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 60 kursi telah terpenuhi sepenuhnya.

Namun, untuk jenjang SMP dan SMA masih menyisakan kekosongan masing-masing sebanyak 18 kuota.

“Untuk kekurangan kuota di jenjang SMP dan SMA, pihak sekolah nanti masih bisa melakukan penjaringan kembali guna menjaring siswa yang belum terfasilitasi,” jelasnya.

Kepada para siswa baru, Wali Kota berpesan agar senantiasa menjaga nilai-nilai karakter selama menempuh pendidikan.

Ia menekankan pentingnya menghormati guru, menjaga adab dan etika, menjalin kerukunan antar sesama teman, serta melatih kedisiplinan diri.

“Dan kepada para orang tua murid, kita meminta agar mereka memberikan ruang dan dukungan penuh kepada anak-anaknya untuk fokus belajar di Sekolah Rakyat ini,” tuntasnya.

Sementara itu Susilawati, wali murid asal Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, mengaku bersyukur putrinya yang merupakan lulusan SMPN 13 Banjarbaru bisa melanjutkan pendidikan jenjang SMA di SR Terintegrasi 2.

Susilawati menceritakan bahwa informasi pendaftaran tersebut diperoleh dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan atas keinginan sang anak sendiri.

“Awalnya tidak menyangka anak bisa sekolah di sini. Setelah datang langsung ke sekolah, Alhamdulillah fasilitasnya bagus. Insya Allah saya percaya dan menyerahkan proses belajar anak di sini, mudah-mudahan cita-citanya tercapai,” ungkap Susilawati menutup. (caca/Razie)

Related posts

Tantangan FTK di Tengah Era AI, FORDETAK Dorong Lahirnya Guru Berkualitas dan Adaptif

razie albanjari

Forum Insinyur Muda PII Kal-Sel dan ULM Bersinergi, Perkuat Pengembangan SDM Keinsinyuran di Banua

razie albanjari

Pemkot Mematangkan Sekolah Rakyat di Banjarbaru

razie albanjari

Leave a Comment