tilikbanua.com
Berita Utama

Kisah Ulik, Warga Landasan Ulin yang Bersiap Mengungsi Saat Karhutla Mendekati Rumah

BANJARBARU, tilikbanua.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar angka titik panas (hotspot).

Bagi Ulik (53), wanita yang tinggal di kawasan Jalan Berdikari, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru ini, karhutla adalah ancaman nyata yang sewaktu-waktu bisa melalap tempat tinggal dan kebun tempatnya menggantungkan hidup.

​Lokasi rumah Ulik yang sangat berdekatan dengan titik api membuatnya harus selalu dalam posisi siaga penuh.

Ketika kobaran api mulai mendekat dan asap tebal mulai mengepul, Ulik bergerak cepat mengemas barang-barang berharganya ke dalam keranjang dan karung, lalu memindahkannya ke luar rumah.

​”Ini tadi sempat dekat ke rumah apinya, makanya saya keluarkan barang berharga saya dulu,” tutur Ulik dengan raut wajah cemas saat ditemui di depan kediamannya, Minggu (23/8/2026).

Meskipun api sempat mendekat, Ulik belum sepenuhnya memutuskan untuk langsung meninggalkan rumahnya.

Ia memilih memantau pergerakan api terlebih dahulu sembari memastikan barang-barang berharga dan kebutuhan pokoknya sudah terkumpul dan siap diangkut kapan saja.

​”Kalau untuk mengungsi, kita lihat dulu. Cuma mengeluarkan barang, cuma bersiap aja dikeluarkan,” jelas wanita yang sehari-hari mengelola kebun di sekitar rumahnya tersebut.

​Jika kondisi semakin memburuk dan kobaran api makin tak terkendali, Ulik sudah merencanakan tempat berlindung sementara bersama keluarganya.

​”Kalau pas apinya dekat, mengungsi ke rumah kakak,” tambahnya.

Di rumah bersahaja tersebut, Ulik tinggal bersama anaknya. Kebun yang berada tepat di samping rumahnya menjadi benteng sekaligus sumber penghidupan yang kini terancam oleh si jago merah.

Saat ini, tumpukan pakaian dan barang-barang berharga tampak sudah tertata di dalam keranjang di halaman luar, menjadi bukti betapa tipisnya batas antara rasa aman dan ancaman bencana bagi warga di kawasan rawan karhutla ini.

​Ulik kini hanya bisa berharap pemadaman oleh petugas berjalan lancar dan hujan segera turun, sehingga ia tak perlu benar-benar kehilangan tempat tinggal yang telah lama dihuni. (Rian/Razie)

Related posts

Soal Kasus Pelecehan Siswa SDN Teluk Dalam 3, Wali Kota Banjarmasin Ancam Pecat Oknum Guru

razie albanjari

Sampaikan Keluhan Pemadaman Bergilir ke PLN Pusat, Pemko Banjarmasin Perjuangkan Kompensasi untuk Warga

razie albanjari

Kabut Asap Kiriman dan Air Asin Hantu Warga Banjarmasin, ISPA dan Diare Mulai Mengintai

razie albanjari

Leave a Comment