tilikbanua.com
Berita Utama

Kapolda Kalsel Coba Terobosan Tepung dan Pipa Injeksi Guna Dinginkan Api Gambut Guntung Damar

BANJARBARU, tilikbanua.com – Tim gabungan Polda Kalsel dan GAPKI menerapkan teknologi injeksi air sedalam dua meter untuk mengatasi karhutla di lahan gambut Guntung Damar, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru.

Sebanyak 50 unit pipa modifikasi mulai disiapkan untuk menyasar titik-titik api yang selama ini sulit dipadamkan dari permukaan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan metode ini menggunakan pipa besi yang dimodifikasi untuk menancapkan air bercampur cairan busa (foam) khusus asal Jepang hingga kedalaman dua meter di dalam tanah gambut.

Menurutnya langkah ini diambil lantaran pemadaman konvensional di area Guntung Damar kerap tidak efektif.

Meski tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, UPTD, hingga Pemprov Kalsel telah berjibaku selama kurang lebih tiga minggu, api kerap muncul kembali akibat bara yang masih menyala di lapisan bawah tanah gambut.

“Kemarin kita mencoba bekerja sama dengan GAPKI menggunakan alat pipa ini yang dimasukkan ke dalam gambut. Kami tanam sekitar dua meter ke dalam tanah, lalu air dialirkan melalui selang sampai ke dalam, sementara bagian atasnya tetap kita padamkan,” ujar Yudha saat ditemui di Embung Jokowi, Jumat (28/8/2026) sore.

Dalam skema kolaborasi ini, GAPKI Kalsel menyediakan cairan foam yang dicampurkan ke dalam air pemadam. Hasil uji coba awal menunjukkan dampak signifikan, di mana suhu tanah di sekitar titik injeksi hingga kedalaman satu meter langsung berubah menjadi dingin.

“Alhamdulillah, laporan dari Dansat Brimob sejak tindakan tadi malam sampai hari ini titik uji coba tersebut tidak ada lagi apinya. Kami sedang memproduksi 50 unit pipa injeksi terlebih dahulu untuk disebar mendekati titik-titik api,” tambah Kapolda.

Selain menggunakan metode injeksi dan cairan foam, penanganan karhutla oleh Polda Kalsel juga mendapatkan amunisi tambahan berupa pasokan tepung pemadam khusus dari Mabes Polri atas arahan langsung Kapolri.

Formula tepung tersebut sebelumnya telah diuji coba dan terbukti efektif mematikan kobaran api.

Untuk memastikan kelancaran ketersediaan pasokan air di lapangan, Polda Kalsel juga menyiagakan kolam-kolam bioflok portabel di titik-titik rawan, seperti kawasan Guntung Damar hingga Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang.

Di kawasan Guntung Damar sendiri sudah disiapkan beberapa unit kolam penampungan portabel yang diisi secara berkelanjutan oleh armada truk tangki agar petugas tidak terkendala jarak pasokan air.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan pentingnya pemadaman total hingga lapisan paling bawah tanah gambut agar api tidak menyala kembali ketika lokasi sudah ditinggalkan petugas.

“Pemadaman memakai campuran dari tepung sudah dicoba di sini, ternyata hari ini nyala lagi. Artinya ini karena gambut, jadi harus diperhatikan benar-benar sampai ke bawah ,” ujar Muhidin.

Muhidin menambahkan bahwa proses penyuntikan akan terus digencarkan. “Penyuntikan akan dilakukan, cuma hari ini ada beberapa pipa dari Pak Kapolda. Nanti mungkin akan diperbanyak 50 buah pipa,” tutup Gubernur Kalsel.

Saat ini, penanganan pemadaman difokuskan pada titik-titik lokasi yang berstatus kritis dan memiliki prioritas tinggi guna memastikan kawasan ring satu bandara dan pemukiman warga tetap aman dari ancaman karhutla. (Caca/Razie)

Related posts

Awang Peramuan Jadi Lokasi Uji Coba Cairan Pemadam Inovasi Labfor Polda Kalsel

razie albanjari

Lahan Terbakar Tembus 16.539 Hektare, Kalsel Siapkan OMC dan Drone Pemindai Suhu

razie albanjari

Kembali Gelar Aksi, Ratusan Mahasiswa Desak Penyelesaian Karhutla hingga Pengesahan RUU Perampasan Aset

razie albanjari

Leave a Comment