tilikbanua.com
Kesehatan

IDI Banjarbaru Gelar Baksos Pengobatan Gratis bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

BANJARBARU, tilikbanua.com – Puluhan warga Kota Banjarbaru antusias mengikuti kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang diinisiasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banjarbaru di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk respon medis terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap pekat yang melanda kawasan tersebut selama hampir satu bulan.

Dalam aksi sosial ini, IDI Banjarbaru menggandeng IDI Wilayah Kalimantan Selatan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Kalsel, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Layanan yang diberikan mencakup screening kesehatan, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, hingga pembagian masker medis.

Ketua IDI Cabang Kota Banjarbaru, dr. Dyah Paramita, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini difokuskan pada gangguan pernapasan, mengingat balita dan anak-anak menjadi kelompok paling rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Dampak karhutla ini dominan menyerang organ paru, dan anak-anak banyak sekali yang terkena ISPA. Dari hasil screening di posko, keluhan terbanyak adalah batuk dan sesak napas, terutama pada pagi hari saat kabut asap mencapai ketebalan tertinggi,” ujar dr. Dyah saat diwawancarai, Senin (31/8/2026).

Ia menambahkan, baksos ini merupakan puncak dari rangkaian aksi kemanusiaan yang telah berjalan selama sepekan.

Sebelumnya, tim IDI telah mendatangi posko-posko penanggulangan dan pemukiman warga untuk membagikan paket sembako, masker, serta suplai vitamin bagi para relawan pemadam karhutla di tiga posko berbeda.

“Baksos ini ada tiga kegiatannya. Tadi pengobatan gratis di mana sebelumnya kita lakukan screening, kemudian ada penyeluhan, dan nanti ada pemberian obat-obatan, kemudian ada pembagian masker,” tuntasnya.

Kehadiran layanan kesehatan gratis ini disambut lega oleh masyarakat sekitar. Mardianti, warga Jalan Kurnia, Kelurahan Landasan Ulin Utara, mengaku sengaja membawa anaknya yang mengalami keluhan batuk dan pilek akibat paparan asap karhutla dari kawasan tetangga, yang tak kunjung mereda selama dua pekan.

“Kalau ke puskesmas antriannya panjang, apalagi hari Senin. Di sini pelayanannya cepat. Anak saya batuknya sudah hampir setengah bulan karena asap. Harapan kami asap ini segera teratasi. Pagi hari kami bahkan tidak berani buka pintu atau jendela, baru jam 12 siang berani buka, tapi sore jam 3 atau 4 asap sudah tebal lagi,” tutur Mardianti.

Guna meminimalisasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, selalu menggunakan masker saat berpergian, mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala respirasi yang memburuk. (Caca/Razie)

Related posts

Sudah Diresmikan, RS Bhayangkara di Banjarbaru Segera Beroperasi

razie albanjari

Kabut Asap Ancam IKP Kalsel, Masyarakat di Banjarbaru Diminta Pakai Masker

razie albanjari

RS Bhayangkara Banjarbaru Diresmikan, Dapat Layani Pasien BPJS Kesehatan

razie albanjari

Leave a Comment