BANJARMASIN, tilikbanua.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin langsung bergera merespons insiden ambruknya Jembatan Saka Harang di kawasan Mantuil, Banjarmasin Selatan pada Minggu (30/08/2026) kemarin.
Langkah penanganan darurat hingga rencana perbaikan jangka panjang langsung disiapkan untuk memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Saputra, menjelaskan bahwa sesaat setelah evakuasi di lokasi kejadian selesai pada sore kemarin, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Batalyon Zeni Tempur (Denzipur) untuk pemasangan jembatan Bailey. Pengerjaan jembatan baja modular tersebut diperkirakan membutuhkan waktu dua hari.
”Insya Allah mulai malam hingga pagi tadi pengerjaan jembatan Bailey sudah dilaksanakan, prosesnya sekitar dua hari. Harapannya tentu agar masyarakat yang lalu-lalang di kawasan Mantuil dapat segera melewati jalan tersebut,” ujar Chandra di Balai Kota Senin (31/08/2026).
Untuk mencegah kelumpuhan akses selama dua hari pengerjaan jembatan Bailey, tim teknis dari PUPR juga sudah menyiapkan jembatan penyeberangan sementara.
Dengan demikian, pergerakan dan mobilitas warga sekitar dapat tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
Mengenai kondisi fisik infrastruktur tersebut, Chandra mengungkapkan bahwa Jembatan Saka Harang memang teridentifikasi sudah berusia cukup tua, yakni dibangun sekitar tahun 1995 atau berumur kurang lebih 30 tahun. Selama ini, pemeliharaan rutin terakhir tercatat dilakukan pada tahun 2013.
Dari total panjang jembatan yang berkisar 25 meter, bentang bagian tengah ke arah kanan sepanjang 12 hingga 13 meter mengalami patah parah.
Faktor usia infrastruktur yang menua serta pengaruh pasang surut air sungai disinyalir mempercepat penurunan kekuatan struktur jembatan ulin tersebut.
”Kalau sungai sering surut, struktur ulin biasanya lebih rentan terpengaruh. Kondisi jembatan memang sudah tua sejak era 1995-an. Berbeda dengan jembatan permanen bertulang baja atau beton yang memiliki masa pakai hingga 50 tahun,” jelasnya.
Terkait status jalan, jalur tersebut sejak tahun 2023 lalu telah ditetapkan sebagai jalur strategis provinsi. Oleh karena itu, Pemko Banjarmasin terus menjalin sinergi intensif bersama Dinas PU Provinsi Kalimantan Selatan serta jajaran pimpinan daerah untuk langkah rehabilitasi ke depan.
Dinas PUPR Banjarmasin akan menyusun penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada APBD Perubahan mendatang. Pembangunan ulang atau penggantian total secara permanen ditargetkan terlaksana pada awal tahun 2027.
”Untuk anggaran perbaikan totalnya saat ini belum ada karena masih akan disusun DED-nya di anggaran perubahan. Namun setelah itu, jika memungkinkan kita akan bangun secara lebih bagus di awal 2027,” kata Chandra.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di titik lain, Dinas PUPR Kota Banjarmasin juga telah menginstruksikan Bidang Jalan dan Jembatan untuk mendata dan memelihara seluruh jembatan kayu ulin tua di wilayah Banjarmasin, khususnya yang berada di lokasi sensitif.
Seluruh program perawatan jembatan ulin tersebut akan dieksekusi serentak pada awal 2027. (Rian/Razie)


