BANJARBARU, tilikbanua.com — Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan bersama warga dan relawan pemadam kebakaran bahu-membahu bergerak langsung di titik lokasi terdampak karhutla di Banjarmasin pada Senin (31/08/2026) kemarin.
Aksi kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa penanggulangan karhutla bukan sekadar tugas pemerintah semata, melainkan kepedulian bersama seluruh lapisan masyarakat.
Di lapangan, sekitar 10 hingga 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bergabung dengan petugas dan masyarakat lokal di markas BPK Emirat, Banjarbaru—kawasan strategis di sekitar belakang Bandara Syamsudin Noor yang rawan terdampak asap karhutla.
Koordinator Pusat Aliansi BEM se-Kalsel, Ahmad Munawir Sazali, menyampaikan bahwa kehadiran mereka di lapangan bertujuan untuk membantu meringankan beban para relawan pemadam yang berjuang menaklukkan api.
“Kami bersama elemen masyarakat turun langsung ke lapangan. Ini adalah bentuk kepedulian dan aksi nyata mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, terutama mendukung para relawan BPK yang tak kenal lelah memadamkan karhutla,” ungkap Munawir dikonfirmasi Selasa (01/09/2026).
Sementara itu, Koordinator Wilayah 1 Aliansi BEM se-Kalsel, Rizki, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif semua pihak dalam merespons bencana lingkungan ini.
“Bencana karhutla berdampak pada kehidupan kita semua. Karena itu, selain tetap menjalankan fungsi kontrol dan kritik konstruktif terhadap kebijakan penanganan bencana, mahasiswa juga wajib berada di garis depan bersama warga untuk melakukan aksi nyata,” kata Rizki.
Gotong royong antara mahasiswa, relawan BPK, dan warga sekitar di kawasan lintasan Bandara Syamsudin Noor ini diharapkan dapat mempercepat upaya mitigasi serta pemadaman karhutla, sekaligus menjaga kualitas udara di Kalimantan Selatan tetap aman bagi seluruh masyarakat. (Rian/Razie)


