tilikbanua.com
Politik

Kejar Target Akses Warga, Denzipur 8/GM Lembur Rampungkan Jembatan Mantuil

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Pembangunan jembatan modular sementara di kawasan Sungai Saka Harang, Kelurahan Mantuil, terus dikebut oleh prajurit Denzipur 8/Gawi Manuntung (GM). Hingga saat ini, progres pengerjaan fasilitas penyeberangan tersebut telah mencapai kisaran 75 persen.

​Dandenzipur 8/GM, Kapten Czi Try Aviyananto Wirawan, menyampaikan bahwa tahap pengerjaan kini berfokus pada pemasangan lantai jembatan beserta elemen penguat struktur untuk menjamin keamanan pengguna.

​”Sekarang proyek pekerjaan kurang lebih sekitar 75 persen. Saat ini kita tinggal memasang lantai jembatan (flat panel) dan beberapa penguat seperti support untuk memastikan keselamatan dari jembatan ini,” ujar Kapten Czi Try Aviyananto Wirawan di lokasi, Selasa (01/09/2026) sore.

​Pihaknya menargetkan seluruh proses perakitan dapat rampung dalam waktu singkat agar akses mobilitas warga sekitar yang terganggu bisa segera pulih. Prajurit di lapangan dimaksimalkan bekerja hingga malam hari demi mengejar target operasional.

​”Kita upayakan akan terus bekerja sampai malam karena memang kita sedang dikejar waktu agar akses jalan masyarakat bisa segera digunakan,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, tim Denzipur 8/GM menghadapi beberapa kendala teknis di lapangan, seperti ruang kerja yang relatif sempit serta tingginya lalu lalang warga di sekitar lokasi proyek.

Meski demikian, aspek keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di atas percepatan progres fisik.

​”Lokasi kerjaan ini cukup sempit, ini menjadi salah satu kendala, tapi alhamdulillah bisa diatasi oleh tim kami. Selain itu, banyak masyarakat yang melintas sehingga kami harus memastikan keselamatan mereka. Daripada mengejar progres tapi membahayakan masyarakat sekitar, faktor safety tetap kita utamakan,” tegasnya.

Jembatan modular yang dibangun ini merupakan dukungan langsung dari TNI Angkatan Darat melalui Pusat Zeni TNI AD (Pusziad).

Jembatan ini dirancang memiliki panjang bentangan hingga 30 meter dengan daya tahan beban yang memadai untuk lintasan darurat.

​”Ini jenis jembatan modular bridge, pembagian dari TNI Angkatan Darat melalui Pusziad. Jembatan ini memiliki spesifikasi bentangan penuh kurang lebih 30 meter dengan kekuatan sesuai handbook sekitar 10 sampai 15 ton,” jelas Kapten Czi Try Aviyananto.

Meskipun secara teknis mampu menahan beban hingga 15 ton, pihak Denzipur 8/GM telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat untuk membatasi tonase kendaraan yang melintas demi mempertimbangkan kondisi struktur jembatan existing di sekitar lokasi. Langkah ini diambil guna menjaga keamanan serta memastikan fungsi utama jembatan sebagai akses vital warga dapat berjalan optimal dan aman. (R

Related posts

​Relawan Pemadam Kebakaran Meninggal Dunia Saat Salurkan Selang di Sungai Kawasan Komplek DPRD

razie albanjari

Ekskalasi Karhutla di Kalimantan Tembus 100 Ribu Hektare, YEHI Desak Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Lingkungan

razie albanjari

Perkuat Mesin Partai Hingga Tingkat RT, Golkar Banjarmasin Targetkan 12 Kursi dan Kemenangan Pilkada

razie albanjari

Leave a Comment