tilikbanua.com
Lingkungan

BPBD Banjarbaru Deteksi Hotspot Kategori Tinggi di Cempaka, Patroli Gabungan Diperketat

BANJARBARU, tilikbanua.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru berhasil menjinakkan titik api di kawasan strategis, khususnya Ring 1 Bandara Syamsudin Noor

Kendati demikian, tim gabungan kini harus mengalihkan kewaspadaan ke wilayah selatan meny meny menyusul munculnya hotspot baru di Kecamatan Cempaka.

BPBD Kota Banjarbaru mencatat, dalam dua bulan terakhir total lahan yang terbakar di seluruh wilayah Banjarbaru mencapai 1.263,2 hektare.

Meski secara keseluruhan jumlah titik api menyusut pesat, ancaman baru mendadak terdeteksi dari hasil pantauan terbaru.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, membeberkan bahwa wilayah Cempaka kini mengantongi titik panas dengan tingkat risiko tinggi.

“Jumlah titik apa jelas pasti berkurang, tetapi ada lagi hotspot baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka. Dari data yang kami dapat bahwa sebelumnya ada dua hotspot yang kategori tinggi di daerah Kecamatan Cempaka,” ungkap Zaini, Jumat (4/9/2026).

Ia mengatakan lokasi di Cempaka ini terbilang kontras jika dibandingkan dengan area rawan lain seperti Landasan Ulin dan Liang Anggang.

Dua kawasan yang tadinya menjadi langganan kebakaran parah kini dinilai jauh lebih terkendali dan berada pada status level sedang.

“Kalau daerah Landasan Ulin dan Liang Anggang masih kategori sedang,” tambah dia.

Demi membendung pergerakan api agar tidak kian meluas, BPBD membagi pemetaan operasi ke dalam tiga zona penanganan yakni Zona Guntung Damar, Zona Hutan Lindung, dan Zona Pengayuan yang mencakup area Kecamatan Cempaka.

Sistem kerja di lapangan disokong oleh tiga posko siaga. Posko pertama ditempatkan di Tambak Buluh Kelurahan Landasan Ulin Timur, sedangkan dua posko sisanya dipusatkan di Pal 21 di bawah pengelolaan relawan komunitas Liang Anggang.

Zaini menegaskan bahwa terkendalinya sektor vital seperti area bandara merupakan buah dari sinergi solid antara BPBD, TRC, TNI, Polri, relawan, hingga jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan.

“Untuk penamganan ketiga zona itu ya tentunya kami sangat berterima kasih kepada Gubernur dan Kapolda serta Panglima yang telah ikut andi dalam penanganan Karhutla di Kota Banjarbaru. Dan Alhamdulillah kita tahu sendiri hasilnya sudah luar biasa, terutama di Ring 1 Bandara,” tutup Zaini. (Caca/Razie)

Related posts

Dampak Kabut Asap Karhutla, SMPN 10 Banjarmasin Sesuaikan Jam Masuk dan Pindahkan Aktivitas ke Luar Kelas

razie albanjari

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemprov Kalsel Siagakan Posko 24 Jam dan Safe House untuk Kelompok Rentan

razie albanjari

KemenLH Siapkan Sanksi Denda Hingga Rp15 Triliun Bagi Perusahaan Pembakar Lahan

razie albanjari

Leave a Comment