tilikbanua.com
Peristiwa

Polisi Periksa Belasan Saksi Kasus Dua Anak Tenggelam Saat Kegiatan Kepanduan di UMB

BANJARMASIN, tilikbanua.com— Kepolisian Sektor (Polsek) Alalak bersama Satreskrim Polres Barito Kuala terus mendalami kasus tewasnya dua peserta didik kelas VII MTs Al Furqan Banjarmasin, akibat tenggelam saat mengikuti kegiatan kepanduan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) belum lama tadi.

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa belasan saksi untuk mengusut tuntas peristiwa tragis tersebut.

​Kapolsek Alalak, Ipda Bistok Berkat Panjaitan, S.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden yang merenggut nyawa dua orang anak tersebut.

​”Pertama-tama kami dari Polsek Alalak mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga atas meninggalnya kedua korban,” ujar Ipda Bistok Berkat Panjaitan di ruang kerjanya, Selasa (08/09/2026).

​Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepolisian, peristiwa naas itu terjadi seusai rangkaian kegiatan outbound atau game lapangan yang diikuti para peserta Kepanduan.

​Seusai kegiatan, beberapa anak memutuskan untuk membersihkan diri di area pinggir kolam yang berada di lokasi kejadian karena pakaian mereka kotor. Namun, tak lama kemudian, rombongan peserta menyadari ada anggota kelompok yang hilang.

Setelah dilakukan pencarian di sekitar area kolam, kedua korban ditemukan di dalam air. Petugas dan warga di lokasi sempat mengangkat korban ke darat untuk memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Naas, pihak rumah sakit menyatakan kedua korban telah meninggal dunia.

​Guna mengungkap penyebab pasti dan unsur kelalaian dalam kegiatan tersebut, Polsek Alalak bersama Tim Identifikasi Polres Barito Kuala telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Hingga Senin, pihak kepolisian telah memeriksa 9 orang saksi dari unsur siswa dan panitia penyelenggara. Pemeriksaan juga dilanjutkan terhadap pihak keluarga korban.

​”Keluarga korban baru kemarin kita konfirmasi karena kejadiannya hari Minggu, tidak mungkin kami memaksakan keluarga korban untuk datang hari itu. Kami berikan kesempatan di hari Senin. Hari ini pemeriksaan saksi bertambah 4 orang lagi, termasuk teman sekerabat korban yang ikut dalam kegiatan tersebut,” jelas Ipda Bistok.

​Ia menambahkan, total peserta yang terlibat dalam sesi kegiatan tersebut mencapai sekitar 60 orang dari empat sekolah berbeda.

Karena sistem kegiatan menggunakan skema pos, kepolisian harus memilah dan memastikan saksi-saksi yang benar-benar berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

​Pihak kepolisian menegaskan belum bisa menarik kesimpulan akhir terkait ada atau tidaknya unsur pidana maupun kelalaian prosedural, termasuk soal perizinan kegiatan. Semua keterangan saksi dan bukti akan diverifikasi secara satu per satu.

​”Kami memastikan proses penanganan dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional. Kami belum menarik kesimpulan karena semua keterangan harus diverifikasi dulu supaya informasi yang disampaikan ke publik benar-benar valid,” tegasnya.

​Di akhir keterangannya, Kapolsek Alalak mengimbau masyarakat dan media massa untuk menghormati privasi keluarga serta kedua korban yang masih berstatus anak di bawah umur.

​”Saya berharap sekali kepada rekan-rekan media dan masyarakat untuk tidak memberikan statement spekulatif yang melebihi kapasitas. Tolong privasi anak-anak ini benar-benar dijaga,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Kebakaran Melanda Banjar Indah Banjarmasin Selatan: 1 Orang Meninggal Dunia, 2 Rumah Rusak

razie albanjari

Tanpa Tanda-Tanda, Tiga Rumah di Kertak Hanyar Roboh Sekaligus: Satu Orang Meninggal Dunia dan Enam Dievakuasi

razie albanjari

Pria Ditemukan Meninggal di Lahan Bekas Terbakar Banjarbaru Usai Tak Pulang Memancing

razie albanjari

Leave a Comment