Banjarbaru, tilikbanua.com – Sebanyak 400 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti orientasi untuk memperkuat kompetensi, integritas, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Orientasi PPPK Angkatan I–X tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di Aula Kampus II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, Rabu (28/10/2026).
Sebanyak 400 peserta dibagi menjadi 10 angkatan, masing-masing berjumlah 40 orang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan bagi PPPK agar memahami tugas dan fungsi ASN, menerapkan nilai dasar BerAKHLAK, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin berkembang. Hal tersebut membutuhkan kompetensi, penguasaan teknologi, kemampuan bekerja sama lintas bidang, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kemampuan teknis yang baik harus diimbangi dengan kejujuran dan kedisiplinan. PPPK juga diharapkan memiliki inisiatif dan kepedulian dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik.
“Keahlian yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak disertai dengan kejujuran dan kedisiplinan. Saya berharap saudara menjadi aparatur yang hadir dengan inisiatif dan kepedulian, serta mampu mencari solusi ketika menemukan persoalan dalam pelayanan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa status PPPK membawa tanggung jawab terhadap pencapaian kinerja dan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku. Karena itu, kedisiplinan harus dibangun sejak awal menjalankan tugas, bukan hanya ketika menghadapi evaluasi kinerja.
Syarifuddin juga meminta para peserta tidak berhenti belajar dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pekerjaan.
“Jangan merasa puas dengan pekerjaan yang ada saat ini. Dinamika pekerjaan terus berkembang, begitu pula teknologi. Karena itu, jangan berhenti belajar dan terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa orientasi merupakan pembekalan wajib bagi PPPK untuk mengenal lingkungan kerja pemerintahan, memahami nilai dasar ASN, serta memperkuat orientasi pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama orientasi untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja di unit kerja masing-masing.
“Ujung dari pembelajaran ini adalah bagaimana PPPK, sebagaimana ASN lainnya, dapat memberikan pelayanan publik yang lebih baik. Kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kinerjanya setelah mengikuti orientasi,” jelasnya.
Orientasi tersebut menggunakan kurikulum terbaru dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Materi pembelajaran meliputi pengenalan fungsi dan tugas ASN, nilai dan etika pada instansi pemerintah, serta pembelajaran mandiri yang dilanjutkan dengan evaluasi peserta.
Kasubbid Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSDMD Provinsi Kalsel, Izzati Mulia Fardani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai nilai dan etika instansi pemerintah, pemahaman tugas dan fungsi ASN, serta pembentukan sikap dan perilaku kerja profesional.
Pembekalan tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya birokrasi berkelas dunia melalui aparatur yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dari total 400 peserta, dua angkatan mengikuti pembukaan secara klasikal, sedangkan peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.
Rangkaian orientasi berlangsung di Kampus I dan II BPSDMD Provinsi Kalsel mulai 28 Oktober hingga 25 November 2026.
Melalui orientasi ini, Pemprov Kalsel berharap 400 PPPK tersebut mampu meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, menerapkan kedisiplinan, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.
“Kita berharap orientasi ini dapat meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


