tilikbanua.com
Peristiwa

Sempat Dikira Temuan Mayat Mencurigakan, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Nenek 85 Tahun di Banjarbaru

BANJARBARU, tilikbanua.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru bergerak cepat meredam kepanikan warga menyusul laporan penemuan jasad seorang wanita lanjut usia di sebuah rumah bedakan, Jalan Ahmad Yani Gang H Sidin Umar, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Selasa (27/10/2026) siang.

Sempat dikira sebagai temuan mayat mencurigakan yang menghebohkan warga sekitar, pihak kepolisian memastikan bahwa korban bernama Sukarni (85) murni meninggal dunia karena sakit dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Kaur Inafis Polres Banjarbaru, Aipda Aulia Rahman, saat dikonfirmasi pada Rabu (28/10/2026), menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel bersama Polsek Liang Anggang ke lokasi kejadian begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah kami datangi, ternyata memang ada orang meninggal di dalam bedakan tersebut. Korban adalah perempuan lanjut usia yang tinggal bersama anaknya. Jadi, ini bukan temuan mayat akibat kejahatan, melainkan orang meninggal dunia,” tegas Aipda Aulia.

Guna memastikan penyebab pasti kematian, Tim Inafis melakukan langkah-langkah kepolisian secara profesional, mulai dari olah TKP, pendalaman keterangan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, hingga membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk divisum.

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, termasuk analisis lebam dan kondisi tubuh, polisi menyimpulkan korban telah meninggal dunia kurang lebih 20 jam sebelum ditemukan.

“Dugaan sementara, kematian korban murni karena sakit. Sama sekali tidak ditemukan hal-hal atau indikasi yang mengarah ke kekerasan fisik pada korban,” tambahnya.

Sementara itu, teka-teki awal penemuan jasad ini bermula ketika cucu korban mendatangi rumah bedakan sekitar pukul 10.00 Wita untuk mengantar makanan.

Sang cucu, yang tinggal terpisah karena kondisi khusus seperti gangguan mental, terkejut mendapati neneknya sudah tidak bernyawa dan langsung meminta pertolongan warga.

Ketua RT 8 RW 3, Amrullah, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa warga langsung berkerumun setelah laporan dari sang cucu.

“Kita langsung dihubungi bahwa memang ada ramai-ramai di bedakan ini cucunya melaporkan bahwa nenenya meninggal,” ungkap Ketua RT Amrullah.

Selanjutnya, penanganan jenazah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan dinas terkait.
Pihak keluarga korban telah menerima kepergian almarhumah dengan ikhlas.

Mengingat situasi keluarga, pihak keluarga juga memohon bantuan kepada kepolisian, pihak rumah sakit, serta dinas terkait untuk membantu proses pengurusan dan pemakaman jenazah Sukarni hingga tuntas. (Caca/Razie)

Related posts

Truk Muatan Besi Terbalik di Tikungan Tajam Depan SPBU Al Munawwarah Banjarbaru

razie albanjari

​Misteri Ceceran Darah di Mantuil: Pria Tewas Usai Minta Pertolongan, Polisi Buru Pelaku

razie albanjari

Luka Mendalam dan Kekecewaan Keluarga Korban Tenggelam Kemah MTs Al Furqon: Tuntut Keadilan dan Pengawasan Sekolah

razie albanjari

Leave a Comment