BANJARMASIN, tilikbanua.com — Gelombang protes terkait gangguan dan pemadaman listrik berkepanjangan di Kalimantan Selatan terus bergulir.
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu menggelar aksi unjuk rasa menuntut komitmen tegas dari pihak PT PLN (Persero) untuk segera menuntaskan permasalahan krisis listrik tersebut di depan Kantor UP3 Banjarmasin pada Rabu (29/07/2026).
Di atas mobil komando, Koordinator Aksi, Muhammad Ramadhan Syarif, didampingi oleh Asisten Manager Transaksi Energi, Ahyar Rifani, menyampaikan orasi dan mendesak pimpinan PLN memberikan penjelasan transparan.
Massa awalnya meminta tersambung melalui panggilan video call secara langsung dengan General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono. Namun, panggilan tersebut akhirnya terhubung dengan Manajer PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Yanuar.
Dalam interaksi tersebut, massa menegaskan tuntutan agar masalah pemadaman listrik diselesaikan selambat-lambatnya pada awal hingga pertengahan Agustus.
Jika krisis listrik ini tidak kunjung usai sesuai batas waktu yang dijanjikan, massa menantang pimpinan PLN untuk bertanggung jawab dan mengundurkan diri dari jabatannya.
Merespons tuntutan masyarakat dan media, Asisten Manager Transaksi Energi, Ahyar Rifani, menyatakan bahwa manajemen PLN siap bertindak akuntabel dan mengakomodir permintaan warga terkait transparansi perbaikan.
”Masyarakat yang meminta bukti perbaikan, kami dari manajemen PLN akan mengakomodirnya. Sesuai dengan tuntutan tadi 1×24 jam, insya Allah nanti akan kami segera kabarkan,” ujar Ahyar Rifani.
Ahyar menjelaskan bahwa pasca-aksi tersebut sudah terdapat perkembangan positif terkait durasi pemadaman listrik.
”Dalam dua hari ini, yang sebelumnya kita ketika padam itu 5–6 jam ya per durasinya, per hari ini, mungkin per nanti malam juga, itu bisa kita pangkas menjadi 3–4 jam. Jadi sudah ada perbaikan,” terangnya.
Menjawab pertanyaan mengenai keberangkatan jajaran pimpinan PLN ke pusat (Jakarta), Ahyar menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan koordinasi tingkat tinggi bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan sistem.
”Kemarin terkait kunjungan ke PLN Pusat, manajemen PLN beserta dari Ibu Wawali Banjarmasin dan Pak Sekda berkoordinasi untuk bagaimana adanya percepatan perbaikan di kalsel-teng, terutama terkait perbaikan pembangkit sehingga nantinya bisa mengurangi jumlah padam kita sesuai dengan yang kita sampaikan sebelumnya,” ungkap Ahyar.
Terkait desakan perwakilan massa dan awak media yang ingin meninjau langsung titik perbaikan pembangkit, pihaknya menyatakan siap berkoordinasi.
”Ya kami siap mengakomodir, kami saat ini berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya nanti bisa kami sampaikan bahwa kami siap mengakomodir untuk teman-teman media nantinya untuk meninjau langsung progres perbaikan pembangkit kita,” tambahnya.
Ahyar juga menegaskan bahwa tindakan pencegahan dan pemeliharaan mesin sebenarnya telah dilakukan secara rutin oleh pihak PLN.
”Sebelumnya tentu saja sudah kita lakukan kegiatan pemeliharaan preventif, baik itu harian, mingguan, maupun bulanan. Perbaikan yang dalam skala besar itu sudah dilakukan sebagai antisipasi kami supaya tidak terjadi kerusakan,” tutupnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi, Muhammad Ramadhan Syarif, menekankan bahwa pihak massa membawa beberapa poin tuntutan utama, termasuk transparansi peninjauan titik masalah serta jaminan pertanggungjawaban pimpinan.
“Kami sudah ada beberapa poin tuntutan yang telah kami sampaikan dan yang terakhir daripada poin tuntutan kami meminta kepada pihak PLN untuk memberangkatkan kami ke tempat lokasi titik terjadinya permasalahan. Dan di situ pihak PLN telah berani memberikan jaminan 1×24 jam untuk kami bisa berangkat dan nanti bisa ditentukan kapan tanggal waktunya,” tegas Ramadhan.
Ia juga menggarisbawahi komitmen pejabat PLN terkait tuntutan mundur dari jabatan apabila janji perbaikan tidak dipenuhi.
”Ya, kalau misalnya dalam beberapa poin tuntutan itu tidak terlaksanakan dan tidak terjawabkan, pihak PLN pun tadi sudah berani berkomitmen dan bertanggung jawab atas melepas daripada jabatannya itu,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai tingkat kepuasan massa atas respons PLN saat ini, Ramadhan menyebut pernyataan awal PLN cukup mengakomodir, namun massa akan terus mengawal janji tersebut di lapangan.
”Kalau hari ini menurut saya selaku koordinator lapangan, saya cukup puas dengan jawaban dan kenyataan dari pihak PLN. [Namun] kalau misalnya dari pihak PLN tidak mengikuti dan ingkar janji, kami bakal turun lagi dan meminta tuntutannya adalah untuk lepas jabatannya,” pungkas Ramadhan. (Rian/Razie)


