tilikbanua.com
Berita Utama

BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Tangani Karhutla di Tanah Gambut

BANJARBARU, tilikbanua.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyelenggarakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai Sabtu (5/9/2026).

Langkah ini diambil guna menekan lonjakan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya pada area tanah gambut yang menyulitkan proses pemadaman darat.

Berpusat di Pangkalan Udara (Lanud) Syamsudin Noor, Banjarbaru, operasi kolaboratif ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Langkah percepatan ini dilakukan setelah OMC sempat terhenti hampir satu bulan akibat ketiadaan potensi awan semai di langit Kalsel.

Tenaga Ahli Pendukung Kepala BNPB sekaligus PIC Pendamping Operasi Udara dan Darat Kalsel, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC terakhir tercatat pada 17 hingga 21 Agustus lalu.

Setelah periode tersebut, kondisi cuaca yang panas, angin kencang, dan minimnya tutupan awan memicu meluasnya titik api (hotspot).

“Hari ini, berdasarkan evaluasi dan koordinasi bersama BMKG, kondisi awan di Kalsel kembali memungkinkan untuk disemai. Pada sorti pertama hari ini, sebanyak 1 ton garam halus disemai ke potensi awan yang ada,” ujar Herman di Banjarbaru, Sabtu (5/9/2026) sore.

Rangkaian penyemaian awan ini diproyeksikan berlangsung hingga 7, 8, atau 9 September mendatang, dengan pemantauan dinamis terhadap pergeseran potensi awan harian.

Menurut prediksi BMKG, potensi awan mulai menurun memasuki tanggal 9 dan 10 September.

Herman menegaskan, presipitasi atau hujan buatan dari OMC menjadi kunci vital penanganan karhutla di lahan gambut.

Meski pemadaman darat dan water bombing lewat udara terus berjalan, struktur tanah gambut sering kali masih menyisakan bara api di kedalaman satu hingga dua meter bawah permukaan.

“Dari luar terlihat padam setelah dibom air atau dipadamkan tim darat, tetapi di bawahnya bara masih menyala. Hujan hasil OMC sangat membantu membasahi lapisan dalam tersebut. Kami juga memadukannya dengan drone thermal untuk mendeteksi titik panas bawah tanah agar pembasahan lebih akurat,” pungkasnya. (Caca/Razie)

Related posts

​Musim Kemarau Panjang Hantam Pertanian Banjarmasin: Tanah Belah hingga Ancaman Tungro​

razie albanjari

Niat Membersihkan Lahan, Lansia Dilaporkan Tersesat di Hutan Gambut Banjar

razie albanjari

Kasus Ispa di Banjarbaru Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla

razie albanjari

Leave a Comment