tilikbanua.com
Lingkungan

Dari Kemiri hingga Maggot, Enam Duta PEPELINGASIH 2026 Siap Pimpin Gerakan Hijau Kalimantan Selatan

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Semangat generasi muda menjaga lingkungan di Kalimantan Selatan kembali mendapat energi baru. Enam pemuda terbaik resmi dinobatkan sebagai Duta PEPELINGASIH (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, usai melalui proses seleksi ketat yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, di Hotel Palm, Banjarmasin.

Sebanyak 39 peserta yang merupakan wakil dari 13 kabupaten/kota bersaing menampilkan gagasan dan inovasi terbaik di bidang pelestarian lingkungan. Mereka merupakan tiga duta terbaik hasil seleksi di tingkat daerah yang kemudian berkompetisi di tingkat provinsi.

Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari penjurian 39 besar, penyaringan 10 finalis terbaik, hingga penetapan enam pemenang berdasarkan penilaian dewan juri.

Adapun enam Duta PEPELINGASIH Kalimantan Selatan 2026 yang terpilih yakni Saiful Ahyar dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai Terbaik I, Alma Cayani Fairuz dari Kabupaten Tanah Laut sebagai Terbaik II, Nayshila Dewi Agustina dari Kabupaten Kotabaru sebagai Terbaik III, Muhammad Abiyyu dari Kota Banjarmasin sebagai Harapan I, Rizky Fairuz Ansari dari Kabupaten Tanah Bumbu sebagai Harapan II, serta Akhmad Zaini dari Kota Banjarmasin sebagai Harapan III.

Peraih Terbaik I, Saiful Ahyar, memikat dewan juri melalui inovasi Candlenut Circle, sebuah program berbasis ekonomi sirkular yang mengangkat potensi kemiri (kaminting) khas Loksado sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian Ekosistem Meratus.

Dalam program tersebut, kemiri tidak hanya dijual sebagai bahan dapur, tetapi diolah menjadi minyak kemiri bernilai ekonomi. Sementara limbah kulit kemiri dimanfaatkan menjadi briket ramah lingkungan sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan warga, inovasi tersebut juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga pohon kemiri sebagai bagian penting dari kelestarian kawasan Meratus.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Saya tidak pernah menyangka bisa dinobatkan sebagai Duta PEPELINGASIH Kalimantan Selatan 2026 karena saat seleksi tingkat kabupaten saya hanya meraih juara dua, sementara waktu persiapan menuju tingkat provinsi hanya sekitar enam hari. Namun saya tetap optimistis dapat memberikan yang terbaik berkat doa dan dukungan keluarga serta orang-orang di sekitar saya,” ujar Saiful.

Sementara itu, peraih Terbaik II, Alma Cayani Fairuz, menawarkan konsep MaggoPark, sebuah sistem integrated farming berbasis larva Black Soldier Fly (BSF) yang menggabungkan aspek edukasi, ekologi, dan ekonomi dalam pengelolaan sampah organik.

Melalui konsep tersebut, sampah organik diurai menggunakan larva BSF yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan. Residu hasil penguraian diolah menjadi pupuk organik, sementara limbah dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan kembali dimanfaatkan sebagai media budidaya BSF sehingga menciptakan sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan.

Menurut Alma, inovasi tersebut diharapkan mampu membangun ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pengelolaan sampah organik sejak dari sumbernya.

Ketua Umum PEPELINGASIH Kalimantan Selatan, Hendrit Purwanto, mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan.
Menurutnya, setiap peserta merupakan agen perubahan yang memiliki potensi besar menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan di daerah masing-masing.

“Kami berharap para Duta PEPELINGASIH 2026 tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi penggerak aksi lingkungan di Kalimantan Selatan. Jadilah inspirasi bagi generasi muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Duta PEPELINGASIH bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk terus menginspirasi,” tegas Hendrit.

Melalui ajang ini, PEPELINGASIH Kalimantan Selatan berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan. Berbagai inovasi yang lahir dari para finalis diharapkan tidak hanya menjadi gagasan, tetapi berkembang menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian ekosistem, demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (Sarma/Razie)

Related posts

ULM Jadi Lokasi Perdana Kampanye World Cleanup Day, Ratusan Mahasiswa Turun Bersihkan Lingkungan

razie albanjari

Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan 2026

razie albanjari

Tukar Sampah Jadi Sembako, Gubernur Muhidin Pastikan Program Berlanjut dan Tak Sekadar Seremonial

razie albanjari

Leave a Comment