BATOLA, tilikbanua.com — Kegiatan Keceriaan Kemah Akbar MTs Al Furqan di kawasan Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), berakhir duka.
Insiden tragis di area kolam kampus tersebut merenggut dua korban jiwa, yakni RAF (13) dan MFA (13), pelajar kelas VII MTs Al Furqan Banjarmasin.
Peristiwa yang menelan korban jiwa ini berawal saat panitia melakukan absensi sebelum kepulangan peserta pada Minggu (6/9/2026) kemarin.
Kedua korban tidak menyahut saat dipanggil, hingga memicu pencarian di area kolam belakang gedung UMB, lokasi tempat mereka terakhir terlihat mencuci kaki usai agenda permainan.
Upaya penyisiran berakhir duka setelah tubuh RAF dan MFA ditemukan di dasar kolam dalam kondisi kaku dan membiru di bawah tumbuhan teratai.
Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk pertolongan medis, nyawa kedua siswa tersebut tidak dapat diselamatkan.
MFA dievakuasi ke Klinik Setara Handil Bakti, sementara RAF sempat dirujuk ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin.
Seorang rekan korban mengonfirmasi bahwa nyawa korban tak tertolong kendati upaya penyelamatan awal sempat dilakukan.
”Sempat diberikan RJP dan keluar air dari mulutnya. Namun sebelum mendapat penanganan medis lebih lanjut, dikabarkan meninggal dunia,” ungkapnya belum lama tadi.
Kehilangan dua nyawa muridnya membuat pihak keluarga dan peserta kemah histeris. Jenazah RAF telah dimakamkan di Alkah Keluarga Panglima Batur, Sungai Jingah, usai disalatkan di Masjid Al Jihad
Sedangkan jenazah MFA disemayamkan di rumah duka Antasan Kecil Barat dan dimakamkan di Turbah, Jalan Masjid Jami.
Kepolisian setempat kini tengah menyelidiki penyebab pasti insiden mematikan tersebut.
Kapolres Barito Kuala AKBP Susila Wati menyampaikan penanganan kasus masih berjalan.
”Maaf, masih kami dalami. Mohon waktu,” tegas Susila Wati singkat. (Rian/Razie)


