tilikbanua.com
Berita Utama

​Memasuki Pekan Kelima Tragedi KM Virgo Transport 8: Pihak Kapal Beberkan Alasan Salvage Belum Dilakukan.

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Memasuki pekan kelima pasca-musibah tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8, ketegangan dan harapan dari pihak keluarga korban kembali mencuat.

Pihak keluarga mendesak pihak pemilik dan manajemen kapal untuk segera melakukan proses salvage (pengangkatan bangkai kapal) guna memastikan keberadaan anggota keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan.
​
Desakan tersebut disampaikan dalam audiens bersama yang digelar di Ruang VIP Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan berlangsung haru dan dinamis, dihadiri oleh perwakilan keluarga korban, manajemen PT Virgo Karya Shipping, Tim Basarnas, serta jajaran kepolisian.

​Menjawab desakan tersebut, Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi, menjelaskan bahwa proses salvage tidak bisa dilakukan secara spontan melainkan harus melalui tahapan teknis, demi mengedepankan aspek kemanusiaan serta keamanan tim di lapangan.
​
Simson mengungkapkan bahwa atas inisiatif mandiri perusahaan, bahkan sebelum dicover oleh pihak asuransi, pihaknya telah memulai tahapan awal yang disebut sebagai SAR-Salvage sejak beberapa hari terakhir.

​”Kami sudah melakukan langkah-langkah awal agar pada saat pelaksanaan salvage nanti, data yang dimiliki sudah lebih lengkap. Tahap awal yang saat ini sedang berlangsung memasuki hari kelima adalah SAR-Salvage,” ujar Simson dalam audiensi tersebut.

​Fokus utama SAR-Salvage ini adalah melakukan pemantauan serta penyelaman ke seluruh bagian badan kapal, mulai dari geladak (deck) hingga ke dalam kamar mesin.

Langkah ini krusial untuk menemukan dan mendeteksi apakah masih ada jenazah korban yang tertahan di dalam palka kapal.

​”Kami mau memastikan sedapat mungkin tidak ada lagi jenazah yang tertinggal. Kami sangat mengkhawatirkan jika langsung dilakukan pengangkatan (salvage) tanpa penyisiran mendalam, proses tersebut dapat merusak kondisi jenazah akibat perbedaan tekanan air yang ekstrem di dalam dan luar palka,” jelasnya.

​Dalam pemaparannya, Simson juga membeberkan sejumlah kendala teknis yang dihadapi tim penyelam di lapangan. Seperti ​netralisasi bahan kimia dan tumpahan minyak.

“Saat ini tim fokus melakukan pembersihan oli dan tumpahan minyak pada lambung kapal (dimulai dari bagian lambung atas/terbalik) menggunakan bahan kimia khusus. Tumpahan ini sangat mengganggu visibility (jarak pandang) para penyelam di bawah air,” bebernya.

Ia melanjutkan jika penyelaman tidak dapat dilakukan secara bebas (free diving) karena risiko tersapu arus bawah air yang kuat. Penyelam wajib menggunakan tali panduan.

Tak hanya itu, perubahan cuaca mendadak dan gelombang tinggi kerap memangkas jam kerja tim di laut.

“Kemarin kami hanya memiliki working window sekitar 2,5 jam sebelum cuaca berubah dan arus menjadi sangat deras,” ungkap Simson.

Mengingat adanya sedikit pergerakan posisi bangkai kapal di dasar laut, pihak manajemen meminta panduan dan arahan (guidance) langsung dari Basarnas agar tindakan penyelaman bersinergi serta tidak membahayakan keselamatan para penyelam.

​Mengenai kepastian waktu pengangkatan bangkai kapal, pihak manajemen menyatakan belum dapat memberikan tanggal pasti, namun seluruh skenario dan koordinasi bersama pihak asuransi telah berjalan.

​Proses pengangkatan bangkai kapal (salvage) baru akan dieksekusi secara penuh setelah tahapan SAR-Salvage selesai dan dikonfirmasi resmi oleh tim Basarnas bahwa area dalam kapal sudah clear.

​”Untuk estimasi pengerjaan salvage sendiri, skenario terlama diperkirakan memakan waktu hingga 30 hari, tergantung hambatan cuaca di lapangan. Namun jika kondisi cuaca dan laut bersahabat, prosesnya diharapkan bisa berjalan lebih cepat dari itu,” pungkas Simson.

​Audiensi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tahapan bagi keluarga korban, sekaligus menegaskan komitmen bersama antara pemangku kepentingan dalam penanganan musibah KM Virgo Transport 8. (Rian/Razie)

Related posts

Korban Jatuh dari TB Jhoni 32 Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

razie albanjari

Diserbu Pembeli dan Relawan Karhutla, Toko Alkes di Banjarbaru Jamin Stok Masker Aman dan Harga Normal

razie albanjari

​Musim Kemarau Panjang Hantam Pertanian Banjarmasin: Tanah Belah hingga Ancaman Tungro​

razie albanjari

Leave a Comment