BANJARMASIN, tilikbanua.com — Terik matahari menyengat halaman Masjid Miftahul Janah Korem 101/Antasari, Jumat (28/08/2026).
Di bawah langit Kalimantan Selatan yang berminggu-minggu tak meneteskan air, ratusan orang berdiri rapat, bahu-membahu antara prajurit TNI, pegawai negeri sipil, hingga anggota Persit KCK.
Tak ada sekat jabatan hari itu. Semua datang dengan satu ketakutan yang sama, asap yang kian pekat dan tanah yang makin meretak.
Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengintai, mereka menggelar Salat Istisqa. Di atas sajadah yang dibentangkan di ruang terbuka, mereka menengadahkan tangan, merendahkan hati, dan menyuarakan doa agar bumi Kalsel segera disiram hujan.
Di balik seragam dinas dan derap langkah para petugas gabungan yang saban hari berjibaku memadamkan api di lapangan, ada rasa lelah dan kepasrahan batin. Asap karhutla bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan napas yang kian sesak bagi anak-anak yang terserang ISPA dan roda ekonomi warga yang mandek.
Kawasan seperti Guntung Damar, Pengayuan, hingga area hutan lindung di Banjarbaru menjadi saksi bisu betapa panas dan keringnya alam saat ini. Wilayah Kabupaten Banjar dan Tanah Laut pun tak luput dari kepungan si jago merah.
Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, yang ikut bersimpuh bersama para ulama seperti KH. Ahmad Siwiti dan Ustadz Ilham Humaidi, menegaskan bahwa perjuangan fisik di lapangan harus diimbangi dengan ketukan pintu langit.
”Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tutur Brigjen TNI Ilham Yunus di sela kegiatan.
Berbagai ikhtiar fisik telah dikerahkan secara masif, mulai dari patroli terpadu menembus belukar, edukasi ke pemukiman warga, operasi udara water bombing, hingga penyemaian garam untuk modifikasi cuaca.
Bahkan, rencana pembuatan sumur-sumur bor di titik vital terus dimatangkan untuk menjaga ketersediaan air pasokan darurat.
Namun, ketika usaha manusia melampaui batas batas fisiknya, doa menjadi benteng terakhir tempat bergantung.
”Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkas Ilham Yunus penuh harap. (Rian/Razie)


