tilikbanua.com
Berita Utama

Operasional RPU Modern RPH Basirih Masih Mangkrak, DKP3 Banjarmasin Ungkap Sederet Kendala

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Operasional Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Modern di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih hingga saat ini masih belum dapat berjalan optimal.

Padahal, pembangunan RPU modern yang menelan anggaran sebesar Rp5,4 milira tersebut telah rampung sejak 2023.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, membeberkan sejumlah kendala teknis serta infrastruktur pendukung yang menjadi penyebab utamanya.

Menurut Yuliansyah, seluruh rangkaian fasilitas di RPU Modern saling terikat dan membutuhkan penyempurnaan secara menyeluruh sebelum dapat dioperasikan secara penuh.

​”Proses yang ada di sana itu terkait semua, baik penampungannya, airnya, maupun IPAL-nya. Karena rangkaian kegiatan itu saling menopang. Artinya, ketika ada praktik pemotongan, semua harus terkoordinir sampai dengan limbah yang dihasilkan,” ujar Yuliansyah Jumat (28/08/2026).

​Kondisi RPU Modern ini juga mendapat perhatian serius dari Wali Kota Banjarmasin saat melakukan peninjauan langsung ke area pemotongan di RPH Basirih.

Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, ditemukan beberapa kerusakan fasilitas fisik yang memerlukan pembenahan serta relokasi bangunan.

​”Kemarin Pak Wali sampai ke belakang melihat area pemotongan. Banyak bangunan yang perlu direlokasi dan dibenahi, salah satunya lantai yang ambrol. Pak Wali sangat konsen terhadap kawasan ini karena aset tanah Pemko di sana sangat luar biasa, RPH saja mencapai 7 hektare dan total aset kawasan sekitar 12 hektare,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk mesin dan fasilitas pemotongan utama sebenarnya sudah siap.

Namun, pihaknya terus melengkapi fasilitas penunjang sepanjang tahun ini agar seluruh sistem saling terhubung secara terintegrasi.

​Salah satu kendala utama di lapangan adalah ketersediaan air bersih, terlebih saat memasuki musim kemarau. Pembersihan dan pencucian ayam membutuhkan volume air yang sangat besar.

​”Untuk pembersihan itu memerlukan air yang cukup banyak per ekornya. Kalau harus mengandalkan air PDAM terus-menerus kan tidak efisien. Makanya di sana ada instalasi pengolahan air untuk menopang operasional. Atas masukan dari Pak Wali, perbaikan fasilitas air ini segera kita jalankan,” terangnya.

Selain masalah air dan keandalan daya listrik, skema kerja sama dengan pihak ketiga atau pengusaha unggas juga masih menghadapi kendala teknis penunjang. Beberapa calon mitra mengajukan kriteria fasilitas khusus sebelum bersedia mengoperasikan RPU tersebut.

​”Dulu pernah ada komunikasi dengan pihak Rocket Chicken, namun belum terwujud. Ada lagi calon mitra lain yang meminta disediakan cold storage dan blast freezer untuk pembekuan cepat. Ayam hasil pemotongan kan harus langsung dibekukan. Kita tidak bisa berjalan seadanya, jadi hal-hal ini yang sedang kita koordinasikan melalui dialog dengan para calon pengguna,” tambah Yuliansyah.

​Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen agar RPU Modern RPH Basirih ini tidak terus-menerus mangkrak. Sambil melengkapi fasilitas dan melanjutkan dialog dengan pihak ketiga, DKP3 juga menyiapkan skema cadangan jika kerja sama investor belum membuahkan kesepakatan.

​”Kalau memang dengan pengusaha tidak terjadi deal, kita akan dorong untuk difungsikan menggunakan tenaga kita sendiri, walaupun secara bertahap dengan kapasitas terbatas dulu. Yang penting operasional harus berjalan. Target kita paling lambat tahun depan sudah bisa beroperasi,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Penyegaran Birokrasi Banjarbaru, Wali Kota Lisa Halaby Rotasi Jajaran Kepala Dinas hingga Asisten

razie albanjari

Antisipasi Dampak Kemarau, Ini Pesan Penting Wali Kota Banjarmasin untuk Masyarakat

razie albanjari

Menhut Pantau Karhutla di Banjarbaru, Tegaskan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran

razie albanjari

Leave a Comment