BANJARMASIN, tilikbanua.com – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, kini resmi mendiami Rumah Dinas (Rumdin) baru yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Tempat tinggal resmi tersebut telah ditempati Ananda bersama keluarganya sejak tanggal 1 September 2026 tadi.
Kediaman yang berada persis di samping Tugu Nol Kilometer ini merupakan fasilitas yang telah dinantikan. Setelah melewati masa pengerjaan sejak 2024 dan perbaikan pada beberapa kerusakan kecil, rumah dinas tersebut siap difungsikan secara optimal.
”Sesuai dengan arahan pak Wali Kota, saya sudah resmi bersama keluarga menempati rumah dinas Wali Kota Banjarmasin yang berada di samping tugu 0 Kilometer,” kata Ananda, Kamis (10/09/2026).
Setelah sekitar sepuluh hari menempati bangunan baru yang ditunjang sarana dan prasarana lengkap tersebut, Ananda mengaku merasa sangat nyaman.
Lokasi rumah dinas yang berada di tepian sungai dipandang memiliki nilai strategis tersendiri. Menurutnya, akses sungai ini berpotensi dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas kedinasan sehari-hari.
”Ada arahan untuk bisa bekerja melalui jalur sungai. Nanti kita coba,” ujarnya.
Ananda berharap pemanfaatan fasilitas kediaman resmi ini mampu mengoptimalkan kinerjanya sebagai wakil kepala daerah demi kemajuan Kota Banjarmasin.
”Mudah-mudahan ini bisa menunjang kinerja sebagai Wakil Wali Kota Banjarmasin,” harapanya.
Saat ditanya mengenai rencana syukuran untuk menandai dimulainya penggunaan rumah dinas baru ini, sebuah fasilitas yang akhirnya dimiliki Kota Banjarmasin mendekati usianya yang ke-500 tahun, ia menyampaikan belum ada agenda khusus.
”Alhamdulillah, belum ada syukuran,” tutupnya.
Sebelum proyek ini selesai, kepala daerah di Kota Banjarmasin menggunakan rumah dinas Wakil Wali Kota yang berlokasi di Jalan Dharma Praja.
Pembangunan rumah dinas baru ini dimulai pada tahun 2024 dan diselesaikan dalam dua tahap anggaran. Tahap pertama mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar, disusul tahap kedua senilai Rp9 miliar.
Secara arsitektur, bangunan ini memadukan konsep khas budaya lokal, yaitu desain Gajah Manyusu yang dipadukan dengan Balai Laki. Kehadiran rumah dinas ini tak sekadar berfungsi sebagai tempat tinggal pejabat daerah, melainkan juga simbol pelestarian warisan budaya Banjar. (Rian/Razie)


