Banjarbaru, tilikbanua.com – Sekretaris Daerah Banjarbaru, Sirajoni mendapatkan laporan jika harga LPG 3 kilogram di Kota Idaman mencapai Rp50 ribu/tabung.
Karena itu, Pemko Banjarbaru bergerak cepat merespon melonjaknya harga gas melon yang dikeluhkan masyarakat tersebut.
Dalam rakor pimpinan di Aula Gawi Sabarataan, jajaran perangkat daerah diminta segera melakukan langkah konkret untuk mengendalikan harga dan menjaga ketertiban umum.
Menurut Sirajoni, harga di tingkat konsumen yang mencapai Rp50 ribu per tabung sangat jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok hanya Rp18.500.
Untuk menelusuri penyebab lonjakan tersebut, dinas perdagangan Banjarbaru diminta segera melakukan sidak terhadap jalur distribusi LPG di kota ini.
“Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan dalam rantai distribusi yang menyebabkan harga melonjak di masyarakat. Upaya tersebut juga diharapkan dapat menekan potensi inflasi dan menjaga daya beli warga,” terang Sirajoni.
Selain persoalan LPG, rapat koordinasi juga membahas sejumlah isu ketertiban umum yang muncul seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di Banjarbaru.
Pesatnya pertumbuhan kafe dan pusat kuliner dinilai mulai memunculkan persoalan parkir yang berdampak pada kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Karena itu, koordinasi antara perangkat daerah, khususnya dengan dinas perhubungan, diminta diperkuat agar penataan lalu lintas dan pengelolaan parkir dapat berjalan lebih baik.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian ialah antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus berdampak terhadap ketertiban umum. (Hasan/Razie)


