BANJARBARU, tilikbanua.com – Seiring berlangsungnya musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Banjarbaru.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sekitar 25 hektare lahan telah terbakar sejak awal musim kemarau, dengan wilayah Kecamatan Cempaka menjadi daerah yang mengalami luasan kebakaran terbesar.
Meski jumlah kejadian karhutla belum mengalami lonjakan signifikan, kewaspadaan terus ditingkatkan mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengatakan tren karhutla di Banjarbaru hingga saat ini masih relatif sama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dari data yang kami himpun, kurang lebih 25 hektare lahan sudah terbakar, dengan luasan paling besar berada di daerah Cempaka,” katanya baru tadi.
Menurut Harun, kondisi cuaca panas yang diprediksi berlangsung lebih lama membuat potensi kebakaran harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Hingga kini, jumlah kejadian karhutla masih cenderung datar. Meski demikian, BPBD Banjarbaru tetap memperkuat langkah mitigasi dengan meningkatkan piket personel serta mempererat koordinasi dengan Pemprov Kalsel agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, penetapan status siaga karhutla di Banjarbaru masih menunggu hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan penanganan karhutla dengan pemerintah daerah lain di Kalimantan Selatan.
BPBD Banjarbaru juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau.
“Kami mengimbau seluruh pemilik dan pengelola lahan menggunakan metode pengolahan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan sebagai upaya mencegah meluasnya karhutla,” tutup Harun. (Hasan/Razie)


