BANJARBARU, tilikbanua.com – Memasuki musim kemarau, Kota Banjarbaru mulai mengalami kekeringan air bersih. Khusus di Tambak Buluh.
Masyarakat setempat pun tak banyak pilihan. Mereka hanya bergantung pada pasokan air bersih bantuan dari pemerintah kota.
BPBD Banjarbaru pun turun tangan. Tim langsung membagikan belasan tandon sebagai langkah awal antisipasi kekeingan.
“Kami telah menyalurkan tandon, termasuk bantuan lainnya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid.
“Termasuk mendistribusikan air bersih sebanyak satu tandon di Tambak Buluh. Saat ini kami juga menyiagakan 12 tandon berkapasitas 2.000 liter untuk dibagikan jika ada yang memerlukan,” sambungnya.
Tambak Buluh memang menjadi wilayah yang paling sering mengajukan permohonan bantuan setiap musim kemarau tiba.
Terbatasnya sumber air bawah tanah membuat sumur-sumur bor warga dengan cepat mengering. Sejauh ini, BPBD mencatat telah menerima dua permohonan bantuan air bersih dari masyarakat.
Seluruh permintaan tersebut langsung dieksekusi melalui kolaborasi lintas instansi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Terkait kualitas pasokan, Harun menyebut air yang didistribusikan kepada warga diambil dari fasilitas hydrant.
Meski demikian, untuk urusan pengujian kualitas kelayakan air di laboratorium bukan merupakan kewenangan BPBD Banjarbaru.
“Air berasal dari hydrant. Untuk uji laboratorium bukan menjadi domain BPBD,” jelasnya.
Lebih lanjut, BPBD Banjarbaru selaku leading sector penanggulangan bencana mengimbau masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk segera melapor.
Warga cukup menghubungi Call Center Layanan Darurat 112 dengan menyebutkan identitas, domisili, serta titik lokasi sasaran bantuan. (Hasan/Razie)


