BANJARMASIN, tilikbanua.com – Aktivitas parkir di kawasan Pasar Minggu Pagi yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin kembali membludak hingga ke pinggir jalan.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Parkir mengakui adanya keterbatasan personel di lapangan.
Kepala UPTD Parkir Dishub Banjarmasin, Candra Malau, menjelaskan bahwa saat ini fokus utama penataan dan pengamanan volume kendaraan sedang terpusat pada kegiatan Car Free Day (CFD).
”Jadi untuk terkait kegiatan pasar pagi ini jadi masukan buat kami dan evaluasi karena untuk saat ini kami terkonsentrasi untuk kegiatan CFD di kawasan Sabilal,” ujar Candra Malau dikonfirmasi, Minggu (19/07/2026).
Ia menambahkan, keterbatasan jumlah sumber daya manusia menjadi kendala utama mengapa pengawasan di Pasar Pagi belum bisa maksimal seperti sediakala. Namun, opsi pembagian tim akan segera dikaji ulang.
”Jadi apabila kegiatan di kawasan Masjid Sabilal tersebut untuk CFD terutama bisa kami bagi untuk personel karena pada saat ini kami keterbatasan untuk jumlah personel. Ke depannya mungkin akan kami evaluasi terkait kegiatan CFD apakah bisa kami bagi untuk kegiatan di pasar pagi seperti dulu lagi,” lanjutnya.
Menurut Candra, secara regulasi dan pemetaan awal, kantong parkir resmi untuk melayani pengunjung Pasar Pagi sebenarnya sudah ditentukan di beberapa titik strategis agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama.
Lokasi parkir resmi Pasar Pagi yakni di area dalam kawasan Pasar Pagi, sekitar kawasan Bank BNI dan pinggiran kawasan Tugu Adipura.
Meski titik-titik tersebut sudah disediakan, luberan kendaraan yang parkir di luar area resmi hingga memakan badan jalan tetap tidak terhindarkan akibat tingginya antusiasme warga.
Guna mengatasi luberan parkir ilegal yang mulai mengganggu estetika dan kelancaran jalan, Dishub Banjarmasin berencana memperketat pengawasan melalui sistem patroli berkala. Area krusial seperti Jalan Lambung Mangkurat menjadi salah satu prioritas yang harus dibersihkan dari parkir liar.
”Untuk ini kita mengendaliannya mungkin dengan patroli pengawasan di situ. Jadi untuk luberan-luberan itu mungkin nanti di-backup oleh anggota UPTD parkir agar kawasan di Lambung Mangkurat kembali steril,” tegas Candra.
Ketika dikonfirmasi mengenai kepastian pengalihan petugas apabila kondisi di CFD sudah mulai normal dan kondusif, Candra membenarkan hal tersebut. Terlebih, pengamanan CFD sebenarnya didukung penuh oleh lintas bidang di Dinas Perhubungan.
”Karena di CFD sendiri untuk penugasan dari Dinas Perhubungan kan tidak hanya dari UPTD Parkir, karena ada Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) dan Bidang Lalu Lintas (Lalin),” pungkasnya. (Rian/Razie)


