Barito Kuala, tilikbanua.com – Hasil ubinan padi di lahan pertanian Desa Puntik, Kabupaten Barito Kuala, menunjukkan potensi produktivitas yang cukup menjanjikan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dari penerapan budidaya padi yang dilakukan petani binaan Brigade Pangan Puntik Sukses Berjaya.
Kegiatan ubinan dilaksanakan di lahan milik Birani, salah seorang petani binaan Brigade Pangan Puntik Sukses Berjaya yang berada di bawah kepemimpinan Manager Brigade Pangan, Muhammad Syahrani.
Dalam pengukuran tersebut, lahan ditanami varietas Kabul. Hasil pengamatan terhadap 100 rumpun menunjukkan rata-rata 18 anakan per rumpun, dengan rata-rata 173 bulir per malai dan panjang malai mencapai sekitar 30 sentimeter.
Sementara itu, dari sampel petak yang diambil dalam kegiatan ubinan, diperoleh berat gabah sebesar 2,8 kilogram. Hasil tersebut menjadi gambaran awal bahwa pengelolaan lahan dan penerapan teknik budidaya yang dilakukan petani memiliki potensi untuk menghasilkan produktivitas yang baik.
Manager Brigade Pangan Puntik Sukses Berjaya, Muhammad Syahrani, mengatakan kegiatan ubinan tidak sekadar menjadi proses pengukuran hasil tanaman, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana teknik budidaya yang diterapkan mampu memberikan hasil optimal.
“Hasil ubinan ini tentu menjadi motivasi bagi kami dan para petani binaan untuk terus meningkatkan produktivitas. Yang paling penting bukan hanya mengejar hasil panen, tetapi bagaimana petani mau terus belajar, mencoba inovasi dan memperbaiki cara budidayanya,” ujar Muhammad Syahrani.
Menurutnya, pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari proses budidaya hingga evaluasi hasil. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong petani semakin efisien dalam mengelola lahan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.
Syahrani menilai keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil panen. Kemauan petani untuk meningkatkan pengetahuan, menerapkan teknologi dan inovasi, serta membangun kerja sama juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pertanian yang berkelanjutan.
“Keberhasilan seorang petani bukan hanya dilihat dari banyaknya hasil yang didapat. Ada proses belajar, ada inovasi dan ada kerja sama. Kalau hal itu terus dilakukan, kami optimistis produktivitas petani bisa meningkat dari musim ke musim,” katanya.
Ubinan sendiri merupakan metode pengukuran produktivitas tanaman pangan melalui pengambilan sampel pada petak tertentu. Hasil panen dari sampel tersebut kemudian ditimbang dan digunakan untuk memperkirakan produktivitas tanaman dalam satuan luas, termasuk produktivitas padi per hektare.
Metode tersebut memiliki peran penting karena memberikan gambaran mengenai capaian produksi di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi dan teknik budidaya yang dilakukan petani.
Bagi Brigade Pangan Puntik Sukses Berjaya, hasil ubinan di lahan Birani diharapkan menjadi pemacu semangat bagi petani binaan lainnya. Terlebih, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, fluktuasi harga gabah hingga kebutuhan modernisasi alat dan mesin pertanian.
Dengan pendampingan yang tepat, penggunaan varietas yang sesuai dan penerapan teknik budidaya yang baik, potensi peningkatan produktivitas lahan diyakini masih terbuka lebar.
Kabupaten Barito Kuala sendiri memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah sentra produksi padi di Kalimantan Selatan. Karena itu, peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara petani, Brigade Pangan, pemerintah, penyuluh pertanian dan berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat sehingga sektor pertanian di Barito Kuala semakin maju, mandiri dan berdaya saing.
Hasil ubinan di Desa Puntik pun menjadi sinyal positif bahwa dengan pengelolaan lahan yang baik dan pendampingan berkelanjutan, produktivitas pertanian di Barito Kuala masih memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan. (Sri/Razie)


